Krisis Air Bersih Landa Ciparay Sasak, Air Sungai Tercemar Limbah, BPBD Kirim DuaTangki Air 

Keterangan foto: Bantuan air bersih menggunakan tangki mobil damkar untuk warga Kp. Ciparay, Desa Cirara, Kecamatan Legik, Tangerang (Dok:KM)

TANGERANG (KM) – Musim kemarau yang melanda Kampung Ciparay Sasak RT 04/RW 01, Desa Cirarab, Kecamatan Legok, mengakibatkan krisis air bersih. Sungai yang selama ini menjadi sumber air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga kini mengalami penyusutan debit, bahkan mengeluarkan bau yang diduga akibat pencemaran limbah. Akibatnya, warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air minum galon.

Salah seorang warga mengaku kondisi sungai semakin memprihatinkan. Air yang tersisa tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kualitasnya dinilai menurun.

“Kalau nyuci di kali, cuma airnya begitu kecil, agak bau karena diduga tercemar limbah. Kalau untuk minum beli air galon,” ungkapnya.

Menurut warga, kondisi tersebut menambah beban ekonomi keluarga karena mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan air minum. Mereka pun berharap bantuan air bersih dari pemerintah terus disalurkan selama musim kemarau masih berlangsung.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Legok atas instruksi Camat Legok Yusuf Fachroji menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua mobil tangki bekerja sama dengan Damkar Legok yang berada di bawah naungan BPBD Kabupaten Tangerang. Bantuan tersebut didistribusikan ke Kampung Ciparay Sasak sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Mewakili Pemerintah Kecamatan Legok, Wakil Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Wakasi Trantib) Adriana, yang akrab disapa Aray, mengatakan penyaluran air bersih akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga.

“Tergantung kebutuhan, karena saat ini masih ada stok di penampungan warga. Kita sesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga tidak berhenti di satu pengiriman. Kami akan bersurat ke PDAM untuk bekerja sama agar kekurangan air bersih dapat teratasi,” ujar Aray.

Krisis air bersih yang hampir selalu muncul saat musim kemarau menunjukkan perlunya solusi yang lebih berkelanjutan. Selain memastikan distribusi bantuan air bersih tetap berjalan, pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan kualitas air sungai menurun.

Pasalnya, apabila dugaan pencemaran tersebut tidak ditangani dan infrastruktur penyediaan air bersih tidak diperkuat, masyarakat dikhawatirkan akan terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau. Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang semestinya dapat dipenuhi secara aman, layak, dan berkesinambungan.

Reporter: Luky, HSMY
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.