Ironis! Khawatir Sekolah Ambruk, Ratusan Siswa SDN Cadas Leueur Bogor Terpaksa Belajar di Saung Terpal

BOGOR (KM) – Pihak sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya mengambil keputusan drastis demi keselamatan siswanya. Mulai Senin (20/7), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dipindahkan ke luar ruangan dengan mendirikan saung atau tenda darurat berbahan terpal.

 

Langkah darurat ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan proteksi dini, menyusul kekhawatiran mendalam bahwa gedung sekolah yang sudah rusak parah tersebut bisa ambruk sewaktu-waktu, berkaca pada musibah yang menimpa SDN Nangela dan SDN Ciketug sebelumnya.

 

Kepala Sekolah SDN Cadas Leueur, Juhaeriyah, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai membuat pihak sekolah, guru, maupun orang tua siswa diselimuti rasa cemas setiap harinya saat berada di dalam kelas.

 

“Setiap hari di jam sekolah kami dibuat merasa gak tenang dan was-was. Maka dari itu, kami berinisiatif membuat tenda terpal untuk kegiatan belajar ini,” ujar Juhaeriyah kepada wartawan.

 

Menurutnya, memindahkan KBM ke bawah tenda terpal jauh lebih aman bagi keselamatan jiwa ratusan muridnya. Ia menegaskan tidak ingin mengambil risiko fatal jika harus memaksakan siswa tetap belajar di dalam ruang kelas yang rapuh.

 

“Coba kalau gedung SDN Cadas Leueur kejadiannya (ambruk) di jam belajar dan mengakibatkan adanya korban, siapa yang akan bertanggung jawab? Kami sebagai kepala sekolah merasa bertanggung jawab terhadap keselamatan semua yang ada di lingkungan sekolah,” tegasnya usai memimpin pembuatan tenda terpal.

 

Juhaeriyah menyayangkan keterlambatan realisasi perbaikan fasilitas tersebut. Padahal menurutnya, melihat tingkat kerusakan yang ada, SDN Cadas Leueur seharusnya sudah masuk ke dalam daftar prioritas utama pembangunan pada tahun anggaran 2026 ini.

 

Ironisnya, pihak sekolah mengaku tidak tinggal diam. Setiap tahunnya, usulan pembangunan dan revitalisasi gedung selalu diajukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor maupun Bappeda Litbang.

 

Bahkan, Pemerintah Desa Bantarkaret juga telah mengawal isu ini dengan memasukkannya ke dalam usulan skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Nanggung yang digelar pada 13 Februari lalu, yang saat itu turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor. Namun hingga kini, jeritan ruang kelas yang layak dari pelosok Bogor tersebut belum juga membuahkan hasil fisik di lapangan.

 

 

Reporter: Septiawan

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.