Sarjana Perikanan Jadi Wartawan, Kurnia Candra Pilih Tegak di Atas Kode Etik

Foto: Kurnia Candra, Sarjana Perikanan yang mengaku sudah 2 tahun menggeluti profesi Jurnalis.(Dok.KM/Drajat)

BANDUNG (KM) — Dua tahun bergelut di dunia jurnalistik, pemuda asal Sukabumi ini membuktikan bahwa integritas adalah bekal utama seorang wartawan. Tidak banyak lulusan ilmu perikanan yang memilih jalan sebagai pewarta berita.

Namun Kurnia Candra Dwi Saputra, pemuda berusia 24 tahun ini justru merasa menemukan panggilannya di sana. Dua tahun berjalan, ia kini tercatat sebagai wartawan aktif salah satu media online di Sukabumi, menapaki dunia jurnalistik dengan bekal akademis dari Program Studi Perikanan di Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Latar belakang keilmuan yang berbeda dari dunia pers nyatanya tidak menjadi penghalang. Kurnia membuktikan bahwa semangat belajar dan komitmen terhadap etika profesi mampu menjembatani jurang antardisiplin.

Berstatus lajang, ia menjalani rutinitas sebagai jurnalis dengan penuh dedikasi, meliput berbagai isu yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Perjalanan dua tahun itu tidak selalu mulus. Kurnia mengaku kerap menghadapi tekanan dari sejumlah pihak, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga lembaga swadaya masyarakat yang berupaya memintanya untuk tidak mempublikasikan suatu pemberitaan.

Tekanan semacam ini, ia akui, merupakan ujian nyata yang dihadapi para jurnalis di lapangan.

“Saya merasa tidak melanggar kode etik dan yakin dilindungi Undang-Undang Pers. Karena itu, saya tidak menggubris tekanan tersebut,” ungkapmya disela aktivitasnya mengikuti UKW PWI Jabar di GOR Wartawan Kota Bandung (25/6).

Keteguhan sikap Kurnia berlandaskan pada dua pilar utama profesi kewartawanan: Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kedua instrumen hukum dan etika itu, menurutnya, menjadi tameng yang melindungi wartawan dalam menjalankan tugas peliputan secara independen dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Kurnia juga merasakan sisi positif yang menjadi motivasinya untuk terus berkarya. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran identitas wartawan memberinya akses yang lebih dihargai ketika melakukan konfirmasi atau wawancara di lingkungan instansi pemerintah.

Penerimaan yang baik dari dinas-dinas dan lembaga pemerintah tersebut, ia nilai sebagai cerminan pentingnya peran pers dalam ekosistem demokrasi.

Kepada sesama jurnalis, khususnya yang baru menapaki dunia pers, Kurnia menitipkan pesan yang ringkas namun sarat makna.

“Tetap menjadi jurnalis yang berintegritas dan terus tingkatkan kompetensi kewartawanannya,” ujarnya.

Sosok Kurnia Chandra menjadi potret menarik generasi wartawan muda yang tidak sekadar mengejar berita, tetapi juga menjaga marwah profesi.

Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai bentuk tekanan terhadap kemerdekaan pers, keberaniannya untuk berpegang teguh pada kode etik dan undang-undang pers adalah modal terpenting yang ia bawa.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*