Proyek Drainase Ciumbuleuit Diduga Rampung Tanpa Standar K3, Lurah dan Kadis Bina Marga Kompak Tak Bisa Ditemui
Menjelang akhir jam kantor, sejumlah staf kelurahan mulai meninggalkan tempat lebih awal. Tak lama berselang, sosok yang diklaim sedang tidak di tempat itu muncul — Lurah Ciumbuleuit terlihat keluar dari kantor dan langsung pergi mengendarai sepeda motornya, tanpa sepatah kata pun kepada beberapa awak media yang saat itu masih duduk santai di warung kopi tepat di samping kantor kelurahan.
BANDUNG (KM) – Proyek pembangunan drainase di wilayah Kelurahan Ciumbuleuit, Kota Bandung, kini telah rampung dikerjakan. Namun pekerjaan yang dibiayai dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) 2025 itu menyisakan catatan hitam: dalam proses pengerjaannya, para pekerja sama sekali tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD), dan lokasi proyek dibiarkan terbuka tanpa pengaman bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, awak media yang memantau langsung kondisi proyek pada 10 Juni 2025 menemukan fakta memprihatinkan. Tidak satu pun pekerja mengenakan helm proyek, rompi reflektif, maupun sepatu safety. Di sepanjang titik pengerjaan, tidak dipasang rambu peringatan maupun pembatas fisik. Pengguna jalan dibiarkan melintas begitu saja di antara material dan aktivitas proyek tanpa perlindungan apa pun.
Seorang mandor proyek yang ditemui saat itu mengaku telah mengingatkan para pekerja soal APD. Namun pengakuan itu tidak disertai bukti tindakan nyata. Tidak ada sanksi, tidak ada pengawasan ketat, dan kondisi di lapangan tidak berubah.
Setelah proyek dinyatakan selesai, awak media KupasMerdeka.com bersama beberapa jurnalis lain pada Senin, 29 Juni 2025 mendatangi Kantor Kelurahan Ciumbuleuit untuk meminta keterangan resmi. Namun upaya konfirmasi itu menemui hambatan sejak awal.

(Dok.KM)
Sekretaris kelurahan yang menemui awak media menyampaikan bahwa lurah sedang tidak berada di tempat. Ia hanya menyebutkan bahwa pekerjaan proyek tersebut sudah selesai dan langsung ditangani oleh dinas terkait.
Di halaman kantor, staf bidang ekonomi dan pembangunan (ekbang) yang kebetulan baru tiba menambahkan bahwa kelurahan hanya berposisi sebagai penerima manfaat, dan proyek usulan warga itu telah rampung dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Kota Bandung.
Namun fakta berbicara lain. Menjelang akhir jam kantor, sejumlah staf kelurahan mulai meninggalkan tempat lebih awal. Tak lama berselang, sosok yang diklaim sedang tidak di tempat itu muncul — Lurah Ciumbuleuit terlihat keluar dari kantor dan langsung pergi mengendarai sepeda motornya, tanpa sepatah kata pun kepada beberapa awak media yang saat itu masih duduk santai di warung kopi tepat di samping kantor kelurahan.
Sikap lurah yang pergi begitu saja itu mempertegas bahwa ia sejatinya memang berada di kantor sejak awak media tiba. Informasi bahwa lurah tidak di tempat diduga hanyalah dalih untuk menghindari konfirmasi. Transparansi yang semestinya menjadi kewajiban seorang pejabat publik justru absen di saat paling dibutuhkan.

Keterangan foto: Proyek Drainase di Kelurahan Ciumbuleuit Bandung yang diduga tanpa standar K3.(Dok.KM)
Konfirmasi kemudian dialihkan ke Dinas Bina Marga Kota Bandung selaku pelaksana proyek. Hasilnya tidak jauh berbeda. Kepala Dinas diinformasikan tengah melakukan dinas luar dan sudah dua hari tidak berada di kantor. Kepala Bidang Drainase dan Trotoar yang secara teknis bertanggung jawab atas proyek ini pun tidak masuk dengan alasan sakit.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kelurahan Ciumbuleuit maupun Dinas Bina Marga Kota Bandung mengenai absennya standar keselamatan kerja pada proyek tersebut. Tidak ada penjelasan siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan yang gagal berjalan.
Proyek kini memang telah selesai. Drainase sudah terbangun. Namun masih menyisakan pertanyaan mendasar yang belum terjawab: bagaimana sebuah proyek yang menggunakan uang rakyat bisa rampung tanpa satu pun standar keselamatan yang dipenuhi — dan mengapa pejabat yang bertanggung jawab justru memilih menghindar ketika dimintai penjelasan?
Redaksi KupasMerdeka.com masih terus berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan keterangan resmi.
Reporter: Drajat
Leave a comment