Pakar Politik: Pertemuan PB IKA BEM Nusantara dengan Tokoh Dinasti di Tengah Aksi Protes Munculkan Pertanyaan
Jakarta (KM) — Langkah Pengurus Besar Ikatan Alumni BEM Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) yang melakukan safari politik dengan sejumlah tokoh publik di tengah maraknya aksi demonstrasi mahasiswa menimbulkan sorotan tajam. Organisasi ini mengaku telah bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo pada Senin (15/6) dan dijadwalkan bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Rabu (17/6), dengan alasan konsolidasi kebangsaan dan pembahasan kepemimpinan generasi muda.
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai momentum pertemuan tersebut patut dicermati.
“Pertanyaan mendasar yang muncul: apa urgensi dan esensi pertemuan tersebut tepat saat suasana politik sedang memanas dan mahasiswa turun ke jalan?” ujarnya.
Menurut Jerry, langkah itu tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik yang sedang berkembang.
Jerry mengungkapkan bahwa muncul dugaan adanya keterkaitan antara aksi demonstrasi dan kepentingan politik tertentu. Ia menyoroti pola yang terlihat, di mana tokoh-tokoh tertentu tampak memperoleh simpati dari kelompok yang sama dengan pelaku aksi.
“Logistik yang tersedia dalam setiap gerakan besar menimbulkan pertanyaan: dari mana sumber dananya?” katanya, seraya menegaskan perlunya pembuktian nyata atas spekulasi yang beredar.
Menurut Jerry, gerakan mahasiswa yang seharusnya menjadi kontrol sosial independen berisiko dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.
Ia mencontohkan pola yang muncul menjelang Pemilu 2029, di mana aksi diikuti dengan pertemuan kelompok mahasiswa dengan tokoh politik yang memiliki ambisi kekuasaan. “Jika benar ada skenario yang disusun, tujuannya jelas: menjatuhkan posisi pemerintahan saat ini agar ruang terbuka bagi figur tertentu,” tegasnya.
Jerry mendesak Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas dugaan tersebut. “Masyarakat berhak tahu siapa pendananya, apa tujuan akhirnya, dan apakah ada pihak yang sengaja memainkan situasi ini demi kepentingan pribadi atau golongan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa agar tidak rusak oleh permainan politik.
Reporter: rso
Leave a comment