Pakar Nilai Konyol Jika Jokowi Coba Bajak Kader PDI Perjuangan

Jokowi masuk daftar koruptor besar di dunia versi OCCRP

Jakarta (KM) — Direktur Eksekutif Political Public and Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai wacana bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akan menarik kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai langkah yang sulit terjadi secara politik.

 

Menurut Jerry, militansi dan soliditas kader PDIP sudah terbentuk sejak lama sehingga tidak mudah digoyahkan oleh manuver politik dari luar.

 

“Salah besar jika Jokowi akan membajak kader PDIP, dia lupa siapa dia dan bagaimana latar belakangnya,” ujarnya.

 

Ia menegaskan perjalanan politik Jokowi tidak bisa dilepaskan dari peran PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Karena itu, langkah Jokowi yang kerap berseberangan dengan PDIP dinilai berpotensi menjadi bumerang.

 

“Jokowi secara vulgar melakukan perang politik dengan PDIP, ini kesalahan fatal. Kekuatan PDIP jauh lebih besar dibanding PSI,” tegasnya,Rabu (17/6/2026).

 

Jerry juga menyinggung posisi PSI yang masih belum memiliki basis pemilih kuat. Survei terbaru menunjukkan PSI hanya meraih 1,2 persen, jauh dari ambang batas 4 persen.

 

“Militansi pemilih PDIP sulit digoyahkan, sementara PSI tidak punya basis pemilih tetap,” katanya.

 

Lebih lanjut, Jerry mengingatkan bahwa Jokowi sudah bukan lagi bagian dari PDIP setelah dipecat dari keanggotaan partai. Ia menyarankan agar Jokowi lebih fokus membangun PSI dengan mengedepankan politik etis.

 

“Jangan meracuni kader PDIP dengan membajak mereka. Itu bisa dianggap pengkhianatan terhadap partai yang membesarkan namanya,” pungkasnya.

 

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*