Meriahkan Hari Jadi Bogor, GPSN Gelar Giat Budaya Bertajuk “Pesona Pusaka Nusantara”
BOGOR (KM) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) menggelar kegiatan budaya bertajuk “Pesona Pusaka Nusantara” yang berlangsung di Pasar Gembrong Sukasari Lantai 2, Kota Bogor, pada 5–7 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya melestarikan budaya bangsa, khususnya warisan Pusaka Nusantara, sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta, pelestari, dan pemerhati budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tiga tagline utama, yakni “Lestarikan Pusaka”, “Jaga Budaya”, dan “Satukan Rasa”, acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Tidak hanya komunitas pusaka dan budayawan, kegiatan ini juga merangkul masyarakat umum serta melibatkan secara langsung penyandang disabilitas dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Kegiatan Pesona Pusaka Nusantara mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Bogor, serta sejumlah tokoh dan pemerhati budaya yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian warisan budaya Nusantara.
Opening Ceremony dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, H. Denny Mulyadi, S.E. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kapolresta Bogor Kota, KBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina GPSN, Mayjen TNI (Purn.) Rido Hermawan, para budayawan dari berbagai daerah, serta tokoh-tokoh Betawi yang memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian golok sebagai warisan budaya Nusantara.
Kehadiran para tokoh Betawi tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengakuan Golok Betawi sebagai Warisan Budaya Takbenda yang telah tercatat dalam daftar UNESCO melalui pengakuan terhadap tradisi dan budaya yang terkait dengan identitas masyarakat Betawi, sekaligus mendorong semakin kuatnya eksistensi golok sebagai simbol budaya Indonesia di tingkat dunia.
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah Pameran Pusaka Nusantara yang diikuti peserta dari 7 provinsi di Indonesia, menampilkan beragam pusaka tradisional yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan filosofi tinggi.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Temu Rasa Nasional Golok Parang Nusantara sebagai ajang silaturahmi dan pertukaran wawasan antar pelestari pusaka dari berbagai daerah.
Adapun berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan antara lain:
1. Pameran Pusaka Nusantara peserta dari 7 provinsi
2. Temu Rasa Nasional Golok Parang Nusantara
3. Sarasehan Pusaka Nusantara
4. Fashion Show Golok Klaster Disabilitas
5. Fashion Show bersama Kapolresta Bogor Kota
6. Pertunjukan Musik Tradisional Tarawangsa
7. Lelang Pusaka
Ketua Panitia, Ir. Gatut Susanta, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.
“Pesona Pusaka Nusantara bukan sekadar pameran benda pusaka, tetapi menjadi media edukasi budaya dan sarana mempererat persaudaraan antar anak bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran peserta dari tujuh provinsi menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya Nusantara.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa,” ungkap Gatut Susanta.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas, merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang menjadi ruh kegiatan ini.
“Melalui semangat Lestarikan Pusaka, Jaga Budaya, dan Satukan Rasa, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, H. Denny Mulyadi, S.E., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal dan nasional yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, GPSN berharap masyarakat semakin mengenal, mencintai, serta ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang tinggi.
Reporter: Ki Medi
Editor : Drajat
Leave a comment