Curanmor Terjadi di Puskesmas Jawilan, Sistem Keamanan dan Kinerja Polsek Disorot

ilustrasi
SERANG (KM) – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga di Kabupaten Serang, Banten. Kali ini, sebuah sepeda motor dilaporkan hilang dicuri saat terparkir di area Puskesmas Jawilan pada Senin (8/6/2026) dini hari, sekitar pukul 03.08 WIB.
Insiden ini memicu sorotan tajam dari masyarakat terkait buruknya sistem pengamanan di fasilitas kesehatan publik tersebut, sekaligus mempertanyakan efektivitas patroli kepolisian setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian yang terjadi pada dini hari tersebut terekam oleh kamera pengawas (CCTV) milik puskesmas. Rekaman itu pun kini menjadi perbincangan di kalangan warga sekitar. Namun, keberadaan rekaman CCTV tidak serta-merta menghapus kerugian materiil yang diderita korban akibat hilangnya kendaraan mereka.
Insiden ini menuai kritik terhadap manajemen Puskesmas Jawilan. Sebagai fasilitas pelayanan publik yang operasionalnya dapat menjangkau hingga malam hari, puskesmas dinilai lemah dalam menerapkan tindakan preventif atau pencegahan.
Warga menilai, tidak adanya pengendalian akses keluar-masuk kendaraan yang ketat serta minimnya petugas keamanan yang berjaga pada jam-jam rawan menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Keberadaan CCTV dianggap hanya berfungsi sebagai alat bukti pasca-kejadian, bukan sebagai instrumen pencegahan yang efektif.
Selain pihak puskesmas, rentetan aksi kriminalitas di wilayah hukum Jawilan turut membuat kinerja Kepolisian Sektor (Polsek) Jawilan dipertanyakan. Sejumlah warga menilai, intensitas patroli malam hari masih minim, terutama di titik-titik vital pelayanan publik yang rawan kejahatan pada dini hari.
Masyarakat berharap Polsek Jawilan dapat bertindak lebih preventif dan proaktif melakukan penangkapan terhadap pelaku yang identitasnya terekam CCTV, bukan sekadar menunggu adanya laporan dari korban.
“Kalau tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas saja sudah tidak aman, di mana lagi masyarakat bisa merasa tenang? Kami butuh tindakan nyata dari polisi dan pihak puskesmas, bukan sekadar imbauan untuk mengunci ganda kendaraan,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Jawilan maupun Polsek Jawilan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memastikan keamanan kendaraan mereka, seperti menggunakan kunci ganda, saat memarkir di area fasilitas umum.
Reporter:-bki
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*