Buntut Meninggalnya Lima Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih, Kemhan Lakukan Evaluasi Total

(Istimewa)

JAKARTA (KM) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini diambil menyusul bertambahnya jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia menjadi lima orang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Gedung Kemhan, Jakarta, pada Sabtu (27/6/2026) siang, mengonfirmasi data fatalitas tersebut.

Pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum dan almarhumah. Pemerintah juga menyalurkan santunan senilai Rp50 juta per orang sebagai bentuk tanggung jawab negara.

Berdasarkan laporan resmi medis yang dipaparkan pada Sabtu (27/6/2026) pukul 18.04 WIB, kelima peserta yang wafat teridentifikasi mengalami kendala kesehatan yang berbeda di beberapa satuan pendidikan (satdik) pelatihan:

1. Anisa Muyassaroh: Wafat pada 18 Juni 2026 pukul 19.00 WITA di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, akibat sengatan panas (heat stroke).
2. Yonanda Muhammad Taufiq: Wafat pada Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja akibat henti jantung (cardiac arrest).
3. Novia Rahmadhani Sihotang: Wafat yang dikonfirmasi Kemhan pada Rabu (24/6/2026) akibat komplikasi penyakit tuberkulosis (TB) saat menjalani diklat di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan: Wafat setelah mengeluhkan gangguan sesak napas pada Kamis (25/6/2026) di wilayah latihan Satdik Yon Parako 465.
5. Nola Dya Sari: Korban kelima yang wafat pada Jumat (26/6/2026) pukul 21.03 WIB di RSUD Abdul Aziz Singkawang, Kalimantan, setelah sempat mengeluhkan sesak napas akut pada pukul 18.45 WIB usai mengikuti sesi materi kelas.

Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta sebenarnya telah melewati skrining kesehatan berlapis sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebelum diberangkatkan. Kendati demikian, faktor cuaca ekstrem, fluktuasi daya tahan tubuh, dan kondisi fisik di lapangan ditengarai memicu penurunan fatalitas kesehatan para korban.

“Saat ini hasil evaluasi medis terus didalami bersama Kementerian Kesehatan dan tim medis TNI untuk memperoleh gambaran komprehensif,” ujar Mayjen Ketut pada Sabtu (27/6/2026).

Ia pun menggarisbawahi bahwa program Latsarmil ini bukan bertujuan mencetak prajurit militer, melainkan murni pembentukan karakter, integritas, dan kedisiplinan sipil.

Merespons tragedi ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026), menegaskan sikap pemerintah.

“Kalau evaluasi jelas ya kita semua proses kan, kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur itu kita perbaiki,” tegasnya.

Di sisi lain, desakan publik dan kritik tajam terus mengalir hingga Minggu (28/6/2026). Sejumlah pengamat koperasi dan Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah untuk segera melakukan moratorium atau menghentikan pendekatan semimiliteristik bagi profesi manajerial sipil.

Anggota DPR RI juga meminta sistem rekrutmen dipindahkan sepenuhnya ke metode pelatihan manajerial berbasis kompetensi ekonomi, bukan ketahanan fisik makro.

Guna mencegah jatuhnya korban susulan, Menhan telah menginstruksikan pengetatan pengawasan medis berkala di lapangan.

Penyelenggara kini menerapkan sistem “Pita Putih” sebagai penanda visual khusus bagi peserta yang memiliki faktor risiko tinggi agar mendapatkan perhatian medis intensif selama sisa masa diklat.

Reporter: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.