Restianti: Sikap Terbuka Prabowo Terhadap Kritik Bukti Pemerintahan Tidak Anti- Koreksi
Restianti: Sikap Terbuka Prabowo Terhadap Kritik Bukti Pemerintahan Tidak Anti- Koreksi
JAKARTA (KM)– Ketua Umum Jaringan Relawan Indonesia Emas, Restianti, menilai sikap Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka menerima kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bukti konkret bahwa pemerintahan saat ini tidak alergi terhadap koreksi.
Restianti menyatakan dukungannya penuh terhadap pernyataan Presiden yang mengimbau masyarakat untuk tidak takut menyampaikan kritik, bahkan hingga merekam atau memvideokan apabila menemukan pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan.
Menurut Restianti, langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
“Pernyataan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah tidak anti-kritik. Justru kritik yang membangun dan pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar program-program pemerintah berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang merugikan rakyat,” tegas Restianti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/5/2026).
Meskipun mendukung ruang kritik yang luas, Restianti juga menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa kritik yang dibutuhkan bangsa adalah kritik yang konstruktif, berbasis data dan fakta, serta bertujuan untuk perbaikan keadaan.
Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari kritik yang bersifat memecah belah persatuan bangsa atau menyerang pribadi seseorang demi kepentingan tertentu.
“Kritik yang sehat adalah kritik yang memiliki dasar yang jelas, objektif, serta bertujuan membantu pemerintah menemukan solusi atas persoalan rakyat. Bukan kritik yang dipenuhi fitnah, kebencian, atau serangan personal demi ambisi dan kepentingan pribadi maupun kelompok,” lanjutnya.
Restianti memandang keberanian Presiden membuka ruang pengawasan publik sebagai pesan kuat bagi seluruh aparatur negara. Hal ini diharapkan dapat mendorong birokrasi untuk bekerja lebih jujur, profesional, dan menjauhi penyalahgunaan wewenang.
Ia mengajak masyarakat untuk aktif melakukan kontrol sosial jika menemukan indikasi penyimpangan.
“Jika ada pejabat yang bertindak arogan, menyimpang, atau menyalahgunakan kekuasaan, masyarakat jangan takut untuk melaporkan. Bahkan jika perlu dokumentasikan sebagai bentuk kontrol sosial demi menjaga marwah pemerintahan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Jaringan Relawan Indonesia Emas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga demokrasi yang sehat. Mereka mengedepankan etika, persatuan, dan semangat gotong royong dalam setiap penyampaian aspirasi kepada pemerintah.
Restianti berharap semangat keterbukaan ini dapat menjadi budaya baru dalam pemerintahan Indonesia.
“Semangat keterbukaan ini harus menjadi budaya baru dalam pemerintahan. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki, menjaga persatuan, dan memastikan negara berjalan sesuai kepentingan rakyat menuju Indonesia Emas,” tutup Restianti.
Reporter: rso
Leave a comment