Rantai Pembayaran Macet, Supplier Proyek Triniti Land Tanggung Kerugian Ratusan Juta

BOGOR (KM) — Sejumlah supplier material konstruksi menyampaikan keprihatinan atas keterlambatan pembayaran dalam proyek pembangunan kawasan properti di wilayah Kadungmangu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Para supplier menyebut keterlambatan itu terjadi karena developer belum merealisasikan pembayaran kepada kontraktor pelaksana proyek, sehingga pembayaran kepada pihak supplier pun ikut tertunda.

Jennifer, Divisi Keuangan PT Cahaya Rumah Motif, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh kewajiban pengiriman material sesuai purchase order dan kebutuhan proyek. Namun hingga kini, pembayaran dari kontraktor belum kunjung diterima.

“Kami sudah melakukan pengiriman material sesuai purchase order dan kebutuhan proyek. Namun hingga saat ini pembayaran kepada supplier masih tertunda sejak 18 Agustus 2025, karena pihak kontraktor menyampaikan belum menerima pembayaran dari developer,” ujar Jennifer dalam keterangannya (20/5/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap arus kas dan operasional perusahaan. Nilai tunggakan yang harus ditanggung supplier disebut tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

“Dampaknya cukup signifikan. Kami tetap harus memenuhi kewajiban kepada vendor dan tenaga kerja, sementara pembayaran dari proyek belum terselesaikan. Nilainya pun tidak sedikit — ratusan juta rupiah tersedot dari kas perusahaan kami,” jelasnya.

Pernyataan ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap langkah ekspansi Triniti Land, yang baru-baru ini mengumumkan rencana akuisisi PT Prima Pembangunan Propertindo (Prime Land) sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis dan peningkatan recurring income perusahaan.

Direktur Utama Triniti Land, Ishak Chandra, sebelumnya menyatakan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fundamental bisnis dan memperluas portofolio di sektor properti dan hospitality.

Di sisi lain, para supplier berharap ada penyelesaian kewajiban pembayaran secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap rantai pasok konstruksi.

“Kami berharap ada komunikasi yang terbuka dan penyelesaian yang cepat, agar tidak mengganggu keberlangsungan usaha dan proyek secara keseluruhan,” pungkasnya.

Para supplier pun meminta seluruh pihak terkait — developer maupun kontraktor — untuk mengedepankan tanggung jawab dan memenuhi komitmen sesuai kesepakatan kerja sama yang telah disepakati bersama.

Reporter: Drajat

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.