POLITISASI DIREKTUR ADMINISTRASI DAN KEUANGAN PDAM KOTA BOGOR
Oleh: Gerhana Bulan *)
(KM) – Pada januari 2026 pemkot bogor membuka seleksi calon direksi pdam kota bogor untuk mengisi 3 posisi direktur di pdam kota bogor. Pada perjalan awalnya seleksi berjalan dengan lancar dan transparan, namun ketika nama nama calon direksi sudah di umumkan oleh pansel yang di nyatakan lolos secara administrasi dinamika politik mulai bermunculan. Sampai dengan walikota bogor merekomendasikan nama nama yang lolos administrasi dan UKK ke kemendagri guna mendapatkan persetujuan.
Pada tanggal 27 maret 2026 walikota bogor melantik direksi pdam kota bogor yang sebelumnya sudah di rekomendasikan dan mendaptkan persetujuan dari mendagri ada dua direksi yang di lantik oleh walikota bogor di antaranya Dani Rakhmawan sebagai direktur operasional dan muzzakir sebagai direktur bisnis dan pelayanan.
Lalu bagaimana dengan direktur administrasi dan keuangan pdam kota bogor? Yah untuk posisi tersebut masih kosong di karenakan nama yang sebelumnya di sebutkan oleh dedie A rachim untuk mengisi posisi direktur administrasi dan keuangan tidak mendapatkan persetujuan mendagri pasti memiliki alasan tertentu memungkinkan karena nilai UKK dan wawancaranya rendah sehingga tidak di rekomendasikan untuk mengisi jabatan tersebut.
Perlu kita ketahui bersama bahwa pemkot bogor merekomendasikan nama nama yang lulus administrasi, UKK dan wawancara ada 9 orang ke kemendagri. Sesuai dengan aturan yang berlaku calon di tiap posisi yang butuhkan minimal ada 3 calon.sehingga kemendagri dapat menilai calon calon tersebut siapa yang lebih layak untuk mengisi posisi yang di butuhkan di pdam kota bogor berdasarkan hasil dan nilai UKK.
Pasca pelantikan dua direksi pdam kota bogor, pemkot bogor menyampaikan bahwa akan segera melakukan pansel ulang untuk mengisi jabatan direktur administrasi dan keuangan saya menilai ada yang janggal di karenakan ada calon lain di luar dari nama nama yang pernah di sebutkan oleh wali kota bogor.
Lalu Kenapa wali kota bogor lebih memilih seleksi ulang yang memang membutuhkan waktu yang panjang dan pemborosan anggaran. Jikalau memang akan ada seleksi ulang saya mengaggap seleksi yang sebelumnya gagal dan mereka yang sudah di lantik harus di tinjau ulang. Karena seharusnya walikota bogor langsung merekomendasikan nama yang lain di bandingkan dengan harus melakukan seleksi ulang.
Dan sesegera mungkin walikota bogor untuk memberikan rekomendasi nama nama yang lain. Agar posisi direktur administrasi dan keuangan segera terisi oleh orang yang berkompeten. Sehingga pdam kota bogor dapat berjalan dengan lancar dalam menjalankan bisnis dan pelayanan kepada masyarakat kota bogor .
*) Penulis adalah Ketua Aspirasi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB)
Leave a comment