Gelar Aksi Demo di Depan Baznas Kota Bogor, Mahasiswa Tuntut Pecat Ketua Baznas
BOGOR (KM) – Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Organ Sekawan, AMBB, Garuda KPP RI Bogor, Gestur, dan JPMI DPW Bogor Raya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BAZNAS Kota Bogor pada hari ini. Selasa (5/5).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan krisis serius dalam tata kelola dana umat yang meliputi persoalan integritas, transparansi, dan independensi lembaga.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti dugaan keterlibatan amilin dalam kegiatan berindikasi politik yang dinilai melanggar prinsip independensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta berpotensi menimbulkan konflik kepentingan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.
Selain itu, massa juga menyoroti besarnya penghimpunan dana ZIS yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, namun dinilai tidak diiringi dengan transparansi dan kejelasan dampak terhadap mustahik.
Sejumlah program seperti UMKM, ZMart, serta program Zakat Community Development (ZCD) ayam petelur di Kedung Badak turut menjadi sorotan karena diduga menyimpang dari tujuan pemberdayaan zakat.

Dugaan penyalahgunaan dana ZIS di lingkungan UPZ Balaikota Bogor untuk pembelian oleh-oleh umroh, serta operasional Klinik Ibnu Sina yang diduga belum memiliki izin resmi, juga menjadi bagian dari tuntutan massa.
Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi secara tegas menyampaikan tuntutan utama:
1. Mendesak PECAT Ketua BAZNAS Kota Bogor apabila terbukti lalai, gagal menjaga amanah, serta tidak mampu memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat
2. Mendesak Wali Kota Bogor untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pimpinan BAZNAS Kota Bogor.
3. Menuntut audit investigatif independen terhadap seluruh pengelolaan dana ZIS, termasuk program usaha, ZCD, dan aktivitas UPZ, serta membuka hasilnya kepada publik.
4. Mendesak penindakan terhadap amilin yang diduga melanggar prinsip netralitas dan independensi lembaga.
5. Menuntut penelusuran dan penindakan atas dugaan penyalahgunaan dana ZIS, termasuk penggunaan untuk keperluan non-prioritas.
6. Mendesak evaluasi total terhadap seluruh program bermasalah, termasuk program ayam petelur dan operasional Klinik Ibnu Sina.
Koordinator aksi menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan sudah mengarah pada indikasi kegagalan sistemik dalam tata kelola dana umat.
“Kami tegaskan, PECAT Ketua BAZNAS Kota Bogor jika terbukti gagal menjaga amanah umat. Jangan biarkan lembaga zakat dijalankan tanpa transparansi!” tegasnya dalam orasi.
Massa juga menyampaikan ultimatum bahwa jika tidak ada tindakan nyata, mereka akan melaporkan dugaan ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan, serta akan terus melakukan aksi lanjutan hingga tuntutan dipenuhi, termasuk aksi di kantor BAZNAS RI.
Reporter : Ki Medi
Editor: Drajat
Leave a comment