Driver Shopee Food Tangerang Keluhkan Aturan Aplikator, Dinilai Tidak Adil dan Memberatkan
TANGERANG (KM) – Kebijakan dan sistem kerja yang diterapkan oleh aplikator Shopee Food kini tengah menuai protes keras dari para mitranya. Sejumlah driver ojek online (ojol) Shopee Food di wilayah Kabupaten Tangerang mengeluhkan aturan perusahaan yang dinilai mereka semakin mencekik dan tidak adil.
Para driver mengaku kerap dijatuhi orderan yang tidak masuk akal. Mulai dari beban muatan yang kelewat batas, jumlah pesanan yang menumpuk, hingga nominal tarif yang dianggap sangat tidak manusiawi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Kupasmerdeka.com, terdapat empat poin krusial yang menjadi sorotan tajam para driver, seperti ancaman sanksi pinalti dan suspend akun, sistem order gabungan yang over kapasitas, tarif murah, dan hilangnya kebebasan mitra.
Menurut perwakilan driver di Kabupaten Tangerang, Bams dan Dimas, driver Shopee Food mengaku tidak punya pilihan. Mereka merasa tertekan dan terpaksa menyapu bersih semua orderan demi menjaga performa akun agar tidak “anyep” mati.
Mereka mendesak agar pihak manajemen Shopee Food segera turun tangan dan melakukan evaluasi total terhadap regulasi yang berlaku saat ini.
“Kami hanya ingin sistem yang masuk akal dan kesejahteraan bagi driver juga diperhatikan,” tegas salah satu driver saat menyampaikan keluh kesahnya (23/5).
Hingga berita ini dimuat, awak media masih berupaya mencari informasi dari pihak aplikator, dan para mitra driver di Kabupaten Tangerang masih berharap ada itikad baik dari pihak aplikator untuk merevisi kebijakan tersebut demi mewujudkan ekosistem kerja yang sehat dan saling menguntungkan.
Reporter: Rozi
Editor: Drajat
Leave a comment