12 Pegawai DJBC Dipanggil KPK Sebagai Saksi Dugaan Korupsi di Lingkungan Ditjen Bea Cukai

JAKARTA (KM) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 12 pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Mereka akan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan bea dan cukai, Selasa (19/5/2026).

Para saksi yang dipanggil merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sejumlah seksi intelijen kepabeanan dan cukai.

“Hari ini Selasa (19/5/2026). KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait bea dan cukai,” ucap jubir KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, 12 pegawai Bea Cukai yang dipanggil sebagai saksi tersebut bernama Akhmad Zulfan Rosadi (AZR) dari Seksi Intelijen Cukai, Nico Ahmad Affandy (NAA) dari Seksi Intelijen Kepabeanan-2. Serta Neta Akbardani (NET) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 1.

Kemudian Welvianus (WLV) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 2, Harry Perdana Lang (HPL) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 1. Terakhir, Aulia Elang Willmania ( AEW) dari Seksi Intelijen Cukai.

KPK juga memanggil M. Wildan Adhitama (MWA) dari Seksi Intelijen Cukai, Grenaldo Ferdinan Butar-Butar (GF) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 2. Serta Salisa Asmoaji (SA) dari Seksi Intelijen Cukai.

Selain itu, penyidik turut menjadwalkan pemeriksaan terhadap M. Ikram (IKR) dari Seksi Intelijen Cukai, Yogasidi (YGS) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 1. Serta, Farid Agung Kurniawan (FAK) dari Seksi Intelijen Kepabeanan 1.

KPK belum merinci materi pemeriksaan terhadap para saksi tersebut. Namun, pemanggilan dilakukan dalam rangka mendalami dugaan praktik korupsi terkait pengurusan importasi barang dan penerimaan uang.

Sebelumnya pada Senin (18/5/2026), KPK sempat memeriksa tiga saksi, yakni pengusaha pengurusan importasi barang Heri Setiyono alias Heri Black, Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai Priyono Triatmojo serta mantan Sekretaris Ditjen Bea Cukai Ayu Sukorini.

Adapun, Ayu Sukorini saat ini menjabat sebagai Direktur Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan pada Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu.

Sebelumnya juga, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang ditangkap adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Selain itu, KPK juga menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai setelah menyita uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Reporter: Rwn

Editor: Drajat

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.