TRC DFM Langgar Tarbiyah Evakuasi ODGJ di Kaur ke RSKJ Bengkulu
KAUR (KM) — Tim Reaksi Cepat (TRC) Darurat Fisik dan Mental (DFM) Langgar Tarbiyah kembali mengevakuasi seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial AT dari Desa Sukamenanti, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu, pada awal April 2026.
Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga terkait kondisi AT yang semakin tidak terkendali dan kerap mengamuk sehingga meresahkan lingkungan sekitar. Bahkan, ibu kandung AT disebut tidak berani kembali ke rumah karena situasi tersebut.

Tim TRC yang terdiri dari Sah Johan, Apen Rozali, Robi Ari Fary, Winiarti, dan Sabrianto bergerak cepat melakukan penanganan. Mereka merupakan lulusan Diklat SUSBALAN PSM yang baru diselesaikan pada akhir Maret 2026.
Dalam prosesnya, tim berkoordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Polsek Maje, Dinas Sosial, Puskesmas, serta pemerintah desa setempat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaur, Sidarmin, yang turut hadir dalam evakuasi, menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kasus ODGJ yang cenderung meningkat.
“Evakuasi ini bersifat darurat sebagai langkah awal menuju pengobatan di rumah sakit. Namun, kesembuhan pasien sangat bergantung pada kesungguhan keluarga dalam memastikan pasien rutin mengonsumsi obat,” ujarnya.
Evakuasi yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB berlangsung lancar. Dalam kesempatan itu, Dinas Sosial juga mengimbau para kepala desa di Kabupaten Kaur untuk memastikan warga dengan kondisi serupa masuk dalam kategori Desil 1–4 pada aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Langkah tersebut bertujuan agar mereka dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) disabilitas seumur hidup.
Dalam perjalanan evakuasi, tim bersama tenaga kesehatan sempat singgah di Puskesmas Linau untuk memenuhi kebutuhan obat pasien yang masih terbatas.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur juga mengingatkan pentingnya sinergi antara tenaga medis dan tim lapangan guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Menjelang sore hari, AT akhirnya berhasil dievakuasi dan diterima di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Reporter: Winiarti
Leave a comment