Pekerjaan Pemagaran Tembok SMPN 54 Kota Bekasi Diduga Asal-asalan, Struktur Tidak Sesuai Standar Teknis 

Foto: Pekerjaan pemagaran SMPN 54 Kota Bekasi yang diduga tidak sesuai standar teknis. (Dok.KM)

BEKASI (KM) — Pekerjaan pemagaran berjudul Pemeliharaan Rutin Sarana dan Utilitas Sekolah, Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung Pendidikan SMPN 54 Kota Bekasi, menuai sorotan dari masyarakat dan pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi.

Dari hasil pantauan di lapangan pada Minggu (19/04/2026), ditemukan sejumlah kejanggalan teknis dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV. Rizky Makmur Sejahtera, dengan nilai kontrak Rp. 276.267.000,- tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa hal yang diduga tidak sesuai dengan standar pekerjaan konstruksi. Untuk ukuran besi tulangan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang semestinya.

Selain itu, pekerjaan di lapangan juga tidak menggunakan pondasi baru dasar yang seharusnya menjadi penopang utama beban struktur, melainkan hanya menempel di tembok yang lama, itu pun sudah terjadi keretakan.

Lebih jauh, proses pengecoran dilakukan secara manual tanpa alat bantu mekanis, yang berpotensi memengaruhi kualitas kepadatan beton dan kekuatan hasil akhir konstruksi.

Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, Samuel T, menilai bahwa pelaksanaan proyek ini menunjukkan indikasi lemahnya pengawasan teknis dari pihak terkait.

“Kalau dilihat dari ukuran besi saja sudah tidak standar. Ditambah lagi tidak ada pondasi yang memadai, hanya menempel di pondasi lama. Ini jelas rawan ambruk kalau dibiarkan seperti ini,” ujar Samuel.

“Padahal anggaran yang dituangkan untuk item pemagaran saja 276 juta, namun teknis pekerjaannya hanya menempel di tembok yang lama,” tambahnya.

Samuel juga menegaskan, bahwa proyek dengan sumber dana APBD 2026 Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan tersebut harus segera ditinjau ulang oleh pihak pengawas maupun konsultan teknis.

“Kami minta Dinas Pendidikan Kota Bekasi turun langsung ke lapangan. Jangan biarkan pekerjaan seperti ini diterima begitu saja, karena menyangkut keselamatan warga dan uang negara,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Agus Enap selaku Kabid SMP belum memberikan tanggapan terkait konfirmasi hasil temuan tersebut.

Reporter: Den

Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.