Krisis Pendidikan di Bogor Barat: Sekolah Rusak Hingga Ancaman Penutupan Menghantui Siswa

(Dok.KM)

BOGOR (KM) – Kondisi pendidikan di wilayah Bogor Barat kini bisa dikatakan berada dalam situasi mengkhawatirkan. Mulai dari fasilitas bangunan yang nyaris roboh di SDN Gunung Picung 4 hingga ancaman penutupan TK Lentera Jaya Makmur, potret buram ini memicu kritik keras terhadap efektivitas pengelolaan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah.

“Baik terima kasih, segera kami prioritaskan. Mohon maaf atas segala kekurangan,” ujarnya melalui pesan singkat pada Kamis (9/4).

Di Kecamatan Pamijahan, SDN Gunung Picung 4 menjadi bukti nyata minimnya perhatian pemerintah. Anak-anak terpaksa belajar di ruang kelas tanpa keramik, plafon berlubang, serta kekurangan meja dan kursi yang layak.

(Dok.KM)

Kejadian itu membuat Aktivis lokal, Ali Topan Vinayah angkat suara, dirinya menyayangkan kondisi ini mengingat wilayah tersebut seharusnya menerima dampak positif dari program CSR Star Energy Geothermal.

“Dana bagi hasil dari perusahaan besar sudah diterima Pemkab, namun nyatanya anak-anak masih belajar dalam keterbatasan. Ini memicu tanda tanya besar soal pengelolaan dana tersebut,” tegas Ali.

Sementara itu, kondisi tak kalah pelik terjadi di TK Lentera Jaya Makmur, Kecamatan Cigudeg. Meski sekolah TK tersebut ijinnya belum rampung, namun selama ini sekolah tersebut memberikan akses pendidikan gratis bagi 40 anak usia dini dan kini terancam tutup total. Hal ini menyusul terhentinya kucuran dana CSR dari PT Batu Jaya Makmur akibat penutupan tambang andesit oleh Pemprov Jawa Barat.

Meski guru-guru seperti Nisa tetap mengajar tanpa gaji demi keberlangsungan belajar siswa, masa depan sekolah ini tetap di ujung tanduk tanpa adanya solusi transisi dari pemerintah.

Reporter: Septiawan
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*