Geger! Ratusan HP di Rutan Salemba Dimusnahkan, Ada Apa Sebenarnya?

Rutan Salemba memusnahkan ratusan handphone hasil sitaan pada Selasa (21/4/2026)

JAKARTA (KM) – Komitmen bersih-bersih dari praktik ilegal di balik jeruji kembali ditegaskan. Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat atau yang dikenal sebagai Rutan Salemba menggempur peredaran barang terlarang dengan memusnahkan ratusan handphone hasil sitaan.

Aksi tegas ini dilakukan pada Selasa (21/4) sebagai bagian dari implementasi program Zero Halinar—gerakan nasional untuk memberantas handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Di tengah sorotan publik terhadap maraknya pelanggaran di balik tembok rutan, pemusnahan tersebut menjadi simbol perlawanan nyata terhadap praktik-praktik gelap yang selama ini sulit diberantas.

Apel Deklarasi Zero Halinar dipimpin langsung oleh Karutan, Wahyu Trah Utomo, dengan melibatkan aparat gabungan dari kepolisian dan TNI, termasuk unsur Polsek dan Koramil Cempaka Putih. Dalam momen tersebut, seluruh peserta menandatangani komitmen integritas—sebuah deklarasi terbuka bahwa tidak ada ruang kompromi bagi pelanggaran.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini pesan tegas: siapa pun yang melanggar akan ditindak tanpa toleransi,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan, Desman Agung Prasetya, mengungkapkan bahwa handphone ilegal bukan sekadar alat komunikasi, melainkan pintu masuk berbagai kejahatan, termasuk pengendalian jaringan narkoba dari dalam rutan.

Karena itu, pengawasan tidak akan dikendurkan. Strategi pencegahan bahkan akan diperketat untuk menutup setiap celah penyelundupan.

Langkah tegas ini juga sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang mendorong reformasi total di tubuh pemasyarakatan Indonesia.

Dengan pemusnahan ini, Rutan Salemba mengirim sinyal keras: era pembiaran telah berakhir. Tidak ada lagi ruang aman bagi praktik pungli, narkoba, maupun komunikasi ilegal di dalam rutan.

Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi titik balik? Publik menunggu konsistensi, bukan sekadar aksi sesaat.

Reporter: Saipul / Ucok

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.