Baru Rampung 1,5 Bulan, Jembatan Penghubung Desa Gobang Sudah Roboh, Kades Gobang: Murni Bencana Alam

(Dok.KM)

BOGOR (KM) – Jembatan penghubung antar kampung di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, yang dibangun melalui Program Samisade tahun 2025, dilaporkan roboh meski baru saja rampung beberapa waktu lalu.

Jembatan tersebut diketahui mulai dibangun pada 9 September 2025 dengan menggunakan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa tahun 2025. Proyek itu memiliki panjang 32 meter dan lebar 3 meter, serta dinyatakan selesai pada 5 Maret 2026.

Namun ironis, belum genap beberapa bulan pasca peresmian, jembatan yang menjadi akses vital warga itu kini sudah tidak dapat digunakan setelah mengalami kerusakan parah hingga roboh.

Sejumlah warga menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan sebagai akses utama mobilitas warga antar kampung, termasuk untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Baru juga selesai, tapi sekarang sudah roboh. Kami jadi kesulitan beraktivitas lagi,” ujar salah satu warga setempat.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab robohnya jembatan tersebut. Namun dugaan sementara mengarah pada faktor konstruksi yang kurang kuat, kondisi tanah, atau dampak cuaca ekstrem.

(Dok.KM)

Masyarakat pun mendesak pihak terkait, baik pemerintah desa maupun instansi di tingkat Kabupaten Bogor, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh serta bertanggung jawab atas kejadian ini.

Selain itu, warga juga meminta adanya transparansi terkait penggunaan anggaran pembangunan, mengingat proyek tersebut dibiayai oleh dana pemerintah.

Peristiwa ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas pembangunan infrastruktur desa, khususnya yang bersumber dari program bantuan keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Desa Gobang, Alawi, menjelaskan bahwa kerusakan struktur jembatan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak banjir besar pada Sabtu (4/4) lalu. Saat itu, derasnya arus sungai mengikis bagian bawah pondasi hingga menyebabkan tiang penyangga jembatan hanyut.

“Kejadian awal itu sekitar dua minggu lalu. Saat itu jembatan belum ambruk total, tapi bagian bawah tiang penyangga sudah hilang terbawa air,” ujar Alawi saat memberikan keterangan, Kamis (16/4).

Alawi menegaskan, meski jembatan tersebut tergolong bangunan baru, bahwa faktor utama penyebab kerusakan adalah murni bencana alam yang tidak terelakkan.

“Bencana alam itu tidak ada yang tahu kapan terjadi. Tidak ada yang bisa menahan bencana alam ketika itu terjadi,” pungkasnya.

Reporter: Septiawan
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.