7 Bulan Tanpa Kepastian, AMCRP Akan Geruduk Kantor Bupati Bogor
BOGOR (KM) – Gelombang keresahan masyarakat di wilayah Bogor Barat memuncak. Aliansi Masyarakat Cigudeg-Rumpin-Parungpanjang (AMCRP) secara resmi menyerukan aksi damai besar-besaran yang akan dipusatkan di Kantor Bupati Kabupaten Bogor, pada Senin (4/5) mendatang.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga yang merasa diabaikan selama tujuh bulan terakhir terkait karut-marut tata kelola pertambangan dan infrastruktur di wilayah mereka. Dengan mengusung tagline “Cigudeg-Rumpin-Parungpanjang Bersatu”, massa menuntut keadilan demi kesejahteraan masyarakat.
Dalam poster seruannya, AMCRP menggarisbawahi lima poin krusial yang menjadi dasar pergerakan, antara lain;
1.) Transparansi Hasil Audit: Menuntut pemerintah segera mengumumkan hasil audit investigasi kegiatan penambangan berizin (legal) secara terbuka dan jujur.
2.) Aktivasi Tambang Legal: Meminta pemerintah segera mengoperasikan kembali tambang yang memiliki izin resmi sesuai aturan.
3.) Realisasi Bansos: Mendesak pencairan Bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp 3.000.000 per KK/bulan yang hingga kini belum terealisasi.
4.) Percepatan Jalan Khusus Tambang: Mendesak pembangunan jalan khusus sebagai solusi permanen atas kemacetan parah dan ancaman keselamatan warga.
5.) Usut Tuntas Korupsi: Meminta aparat penegak hukum menangkap oknum yang merugikan keuangan negara, termasuk dugaan korupsi pada anggaran pembebasan lahan sebesar 100 Miliar Rupiah dan dugaan praktik gratifikasi oknum pejabat pemerintah.
Perwakilan AMCRP menyatakan bahwa mereka telah cukup bersabar menunggu kepastian selama tujuh bulan. “Sudah 7 bulan kami menunggu, tapi kepastian tak kunjung datang!” tulis pernyataan dalam poster tersebut.
Salah satu perwakilan dari AMCRP yang tidak bisa disebutkan namanya mengungkapkan masa aksi akan diikuti sebanyak 2000 peserta.
“Betul kita akan menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Bupati Bogor hari Senin 4 mei 2026, Estimasi peserta aksi sebanyak 2000 orang,” jelasnya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat (23/4) malam.
Dirinya juga mengajak semua elemen masyarakat Cigudeg Rumpin Parungpanjang yang terdampak akibat penutupan tambang untuk bisa ikut berpartisipasi dalam aksi damai tersebut.
Dirinya juga membeberkan salah satu poin yang akan disampaikannya ialah untuk meminta kepastian tentang tambang dan bansos yang sudah dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Reporter: Septiawan
Editor : Drajat
Leave a comment