Wakapolri Tinjau Operasi Ketupat 2026 Melalui Udara dan Posko Command Center KM 29 Tol Jkt – Cikampek

Cikampek (KM) – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melakukan tinjauan langsung terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di Posko Command Center KM 29 Tol Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis (12/3/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau situasi lalu lintas dan kesiapan operasional pengamanan mudik Lebaran 2026.

 

Dalam peninjauan yang berlangsung dari udara, Komjen Pol. Dedi Prasetyo memberikan apresiasi atas kelancaran arus mudik yang terlihat di sepanjang jalur tol Jakarta hingga KM 29. “Perjalanan dari Jakarta menuju KM 29 ini berjalan lancar meskipun ada peningkatan volume kendaraan. Namun, semuanya masih dalam kategori lancar,” ucap Wakapolri saat memantau situasi.

 

Selain memantau kondisi lalu lintas, Komjen Pol. Dedi juga meninjau kesiapan Command Center yang menjadi pusat koordinasi Operasi Ketupat 2026. “Kami juga melihat kesiapan Command Center yang dilengkapi dengan teknologi analisis data dan kondisi riil di lapangan, sehingga setiap keputusan terkait rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way, bisa diambil dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

 

Salah satu aspek penting yang diperhatikan dalam operasi kali ini adalah penggunaan teknologi canggih untuk memantau arus mudik. “Kami menggunakan dua jenis drone yang memiliki peran penting. Drone pertama untuk memantau kondisi lalu lintas di lokasi yang sulit terjangkau, sedangkan drone kedua dilengkapi dengan teknologi untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas,” ujar Wakapolri.

 

Komjen Pol. Dedi juga menekankan pentingnya kesiapan berbagai teknologi dalam mendukung kelancaran arus mudik, termasuk penggunaan Command Center mobile dan kamera pengawas (watch cam) yang telah dipasang di seluruh kendaraan patroli, baik roda dua maupun roda empat. “Dengan teknologi ini, kami dapat memantau kondisi di lapangan secara lebih efektif dan memastikan keselamatan serta kenyamanan para pemudik,” tuturnya.

 

Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian juga telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas. “Apabila volume kendaraan mencapai 6.000 kendaraan per jam, kami akan melakukan rekayasa one way dan contraflow untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik,” ujar Komjen Pol. Dedi.

 

Dengan adanya teknologi dan koordinasi yang matang, Operasi Ketupat 2026 diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalani perjalanan mudik Lebaran tahun ini.

 

Reporter : Ki Medi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.