Aspal Jalan Chairil Anwar Rusak, Ujian Serius Tata Kelola Infrastruktur di Kota Bekasi

Keterangan Foto: Kerusakan aspal di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kota Bekasi (KM) – Pembangunan infrastruktur jalan dengan item aspal, yang berjudul. Pemeliharaan Berkala Jalan Chairil Anwar Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang diselenggarakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, dikerjakan oleh kontraktor PT Sinar Bintang Surya, semakin menjadi sorotan publik.

Pasalnya, proyek pengaspalan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025 senilai sekitar Rp4,4 miliar itu sudah mengalami kerusakan, meski hasil pekerjaan baru sekitar dua bulan rampung dikerjakan kontraktor.

Sementara, Sumarno, warga margahayu nampak sangat terkejut melihat kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Dirinya pun menilai, kualitas hasil pekerjaan ini diduga bawah standar teknis. Kareana ketebalan aspal tidak maksimal sehingga terjadi kerusakan”kata Sumarno kepada media kupasmerdeka.com.

Seharusnya, masih kata Sumarno, program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur jalan, semestinya dilaksanakan secara baik agar bermanfaat bagi masyarakat.

Namun kenyataannya, kondisi aspal sudah capat rusak, padahal, belum lama dikerjakan pihak kontraktor, yang sangat dikhawatirkan ada korban yang terjatuh, dikarenakan jalan yang berlobang,”ucapnya.

Sumarno menegaskan, proyek aspal tersebut harus dikerjakan ulang atau di perbaiki agar sesuai dengan teknis.

Menanggapi hal itu, Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, Samuel T, menilai hasil pekerjaan tersebut, dirinya mengatakan, terjadinya kerusakan stripping atau biasa dikenal pengelupasan aspal, itu terjadi. Dikarenakan lapisan aspal kurang mengikat pada waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga permukaan jalan terlampau tipis.

Perlu diketahui, untuk spesifikasi teknis pekerjaan, total ketebalan lapisan aspal seharusnya mencapai 10 sentimeter untuk kesuluruhan penebalan aspal, yaitu, lapisan Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) setebal 6 sentimeter dan lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) setebal 4 sentimeter,”jelas Samuel kepada media kupasmerdeka.com Minggu, (1/3/2026).

Sangat disayangkan, lanjut Samuel, kondisi jalan aspal yang rusak saat ini, lapisan aspal yang di gelar pihak kontraktor pada waktu itu hanya tebal 4 sentimeter, belum lagi ada penyusutan, pastinya ketebalan aspal makin berkurang.

Pekerjaan infrastruktur jalan, harusnya dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan membuat jalan cepat rusak, sehingga nantinya membahayakan para pengendara sepeda motor,”ujarnya.

Dari hasil monitor kami sesudah dilakukannya Provisional Hand Over (PHO) oleh tim wasdal Dinas DBMSDA Kota Bekasi pada saat itu, untuk gelaran aspal di bagian penebalan 4 sentimeter tidak lakukan core dril di waktu pengambilan sampel penebalan, karena, kami diduga ada permainan antara oknum Tim wasdal dengan kontraktor.

Ketika itu, pekerjaan aspal tersebut di periksa pihak Inspektorat Kota Bekasi, sehingga untuk ketebalan aspal yang hanya di gelar 4 sentimeter, dilakukan pengambilan sampel ketebalan (core drill),”ungkapnya.

Dasar temuan itu, Samuel meminta Kejaksaan Negeri Kota Bekasi segera melakukan pemeriksaan kepada Kontraktor PT Sinar Bintang Surya, dan memanggil Dinas BMSDA Kota Bekasi, karena ada dugaan indikasi korupsi,”tegasnya Samuel.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*