Terkait Besi Dowel yang Diduga Dikurangi Kontraktor di Pekerjaan Kaliabang Tengah, Pemerhati: Wali Kota Harus Sidak Ke Lokasi
Bekasi (KM) – Proyek rigid betonisasi rekontruksi jalan, Peningkatan Jalan Kota Bekasi (Jalan Raya Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara) di selenggarakan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) dikerjakan oleh CV Karya Kontruksi Nusantara, menggunakan Sumber Dana PAD Kota Bekasi Tahun 2026, menjadi pertanyaan publik.
Pasalnya, Proyek sebesar Rp. 1.770.230.882,00, dari pantauan media, ditemukan adanya pengurangan spesifikasi pembesian dowel di waktu pekerjaan berlangsung.

Rakitan tulangan besi dowel di kegiatan betonisasi Jalan Raya Kaliabang Tengah Bekasi Utara, setiap sekmen pembesian dowel yang terpasang terdapat 4 sampai 6 batang, sedangkan untuk volume lebar jalan 3 meter.
Diketahui, pekerjaan tersebut dikerjakan dengan cara sebelah-sebelah, total volume lebar jalan 6 meter, namun di bagi dua striking, masing-masing jalan lebar 3 meter.
Sementara, dilokasi kegiatan, Rio, pengawas Dinas DBMSDA Kota Bekasi, saat dikonfirmasi media soal besi dowel yang terpasang sesuai gambar berapa batang? dirinya mengatakan, ya kalau untuk lebar jalan 3 meter, seharusnya besi dowel 9 batang. nanti kita akan lakukan peneguran ke pihak kontraktor,”katanya.
Berjalannya kegiatan berapa hari kedepan, besi dowel yang terpasang tatap masih seperti itu. Mirisnya lagi, gelaran besi dowel per segmen lebih dari 5 meter, diduga bisa sampai 10 meter,
Terpisah, Trisno selaku Kontraktor, ketika dimintai keterangan terkait besi dowel, ia mengakui kalau di gambar memang jumlah nya 9 batang, cuma ada perubahan. Karena panjang dowel di gambar 30 cm, kita pakai 50 cm, makanya besi dowel kita pasang 5, itu juga diketahui Konsultan pak yadi,”kilahnya Trisno.
Trisno juga mengatakan, kepada para pekerja (tukang) ia selalu mengingatkan supaya bekerja harus sesuai spesifikasi, nyatanya, besi dowel yang terpasang panjang 30 cm.
Selain itu, proses pengecoran jalan menggunakan beton readymix jenis fast track Fc’30, telah dilakukan penambahan air oleh para pekerja.
Menanggapi kejanggalan dalam pekerjaan tersebut. Pemerhati Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi, Samuel T, menyayangkan sikap kontraktor yang diduga bermain curang saat proses pekerjaan berjalan. Kalau ada pengurangan pemasangan besi dowel, ini sangat jelas ingin mencari keuntungan.
Masa lebar jalan 3 meter, besi dowel yang terpasang dalam setiap rakitan pembesian hanya 4 batang hingga 6 batang, yang seharusnya 9 batang sesuai gambar,”kata Samuel kepada jurnalis kupasmerdeka.com, selasa, (24/2/2026).
Perlu dipahami, lanjut Samuel, pembesian untuk betonisasi, seperti pemasangan dowel untuk mengendalikan retak. Dowel berfungsi sebagai penghambat berbagai retakan yang terjadi pada salah satu segmen supaya tidak menyebar atau merembes ke segmen berikutnya.
Apalagi, besi dowel diketahui berfungsi untuk menguatkan suatu konstruksi badan jalan, serta sebagai penyalur beban pada sambungan yang telah terpasang, agar bisa memberikan kebebasan bergeser,”jelasnya.
Begitu juga, jarak per segmen pembesian harus per 5 meter, kalau lebih dari itu, artinya besi banyak yang berkurang dari per sekmennya.
Padahal, Pengecoran jalan beton per segmen 5 meter menggunakan besi dowel, bertujuan sebagai penyambung antar pelat beton, mentransfer beban, dan mengendalikan retak jalan,”ungkapnya.
Terkait menggunakan beton readymix jenis fast track Fc’30 di tambahkan air, berpotensi merusak mutu beton dan menyebabkan penyusutan tinggi saat kering, yang mengakibatkan retak permukaan.
Menurut Samuel, itu semua dikarenakan, rendahnya pengawasan, seperti Konsultan Supervisi bernama Yadi yang tidak hadir diwaktu pelaksanaan. Begitu Juga, Pengawas dari Dinas BMSDA Kota Bekasi, Elan dan Rio hanya duduk di warung tampa melakukan pengecekan pekerjaan. Hal ini membuat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, padahal alokasi anggaran untuk pekerjaan tersebut cukup fantastis, yakni 1,7 milyaran rupiah,”ujarnya.
Lebih lanjut, Samuel mendesak agar Walikota Bekasi Tri Adhianto untuk turun mengkroscek di Peningkatan Jalan Raya Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara, yang dikerjakan oleh CV. Karya Kontruksi Nusantara.
Ia pun meminta Inspektorat Kota Bekasi melakukan audit teknis dan administrasi atas pekerjaan ini. Mulai dari kesesuaian material, metode kerja, hingga pengawasan lapangan. Jangan sampai proyek miliaran rupiah ini dikerjakan asal-asalan dan merugikan keuangan daerah,” tegasnya.
Reporter: Den
Leave a comment