HMI MPO Bogor Tegaskan Posisi Sebagai Mitra Kritis- Kolaboratif Pemerintah
Bogor (KM) Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Bogor melaksanakan audiensi dan silaturahmi bersama Wali Kota Bogor pada Rabu (19/2) bertempat di Paseban Punta, Balaikota Bogor. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai persoalan krusial Kota Bogor.
Dalam forum tersebut, HMI MPO Cabang Bogor menegaskan posisinya bukan semata sebagai mitra kritis pemerintah, tetapi juga sebagai mitra kolaboratif yang siap berkontribusi dalam perumusan solusi. Sikap ini ditegaskan langsung oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor yang menyampaikan bahwa kontrol sosial harus berjalan beriringan dengan komitmen membangun.
“Peran mahasiswa tidak berhenti pada kritik. Kami ingin memastikan kritik itu produktif dan bermuara pada kolaborasi demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Melalui Kepala Bidang PTKM Gerhana Bulan, HMI MPO Cabang Bogor memaparkan sejumlah isu strategis lintas sektor.
Di bidang pendidikan, HMI menyoroti persoalan angka putus sekolah yang masih menjadi pekerjaan rumah serius, serta pentingnya penguatan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Pada sektor kesehatan, perhatian diarahkan pada tata kelola layanan kesehatan, termasuk persoalan beban keuangan dan mutu pelayanan rumah sakit daerah yang harus dibenahi secara sistemik agar masyarakat mendapatkan layanan yang optimal.
Sementara di bidang lalu lintas dan transportasi, HMI MPO Cabang Bogor mengkritisi persoalan kemacetan yang kian kompleks, maraknya parkir liar, serta penataan angkutan kota (angkot). Penanganan transportasi publik, menurut mereka, harus tetap mengedepankan asas keadilan, khususnya bagi para sopir angkot yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian serius, terutama terkait pengelolaan sampah yang belum maksimal serta munculnya sejumlah titik banjir saat musim hujan. HMI mendorong adanya langkah preventif dan terukur berbasis tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Tak hanya itu, dalam momentum menjelang dan selama bulan Ramadhan, HMI MPO Cabang Bogor juga mendesak adanya penindakan tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM), peredaran obat-obatan terlarang, serta minuman keras (miras). Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat.
Audiensi ini menjadi penegasan bahwa HMI MPO Cabang Bogor berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol dan fungsi kolaborasi. Kritik yang disampaikan bukan untuk menciptakan jarak, melainkan untuk memperkuat arah kebijakan publik agar lebih responsif, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan semangat intelektual dan keberpihakan pada masyarakat, HMI MPO Cabang Bogor menegaskan diri sebagai bagian dari elemen strategis pembangunan Kota Bogor, kritis dalam gagasan, namun solutif dalam tindakan.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment