Atasi Krisis Air Sawah, KNPI dan UPTD Jasinga Giat Bersama Warga Normalisasi Irigasi Sendung

(Dok.KM)

BOGOR (KM) – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga bersinergi dengan Pemerintah Desa Setu dan DPK KNPI Kecamatan Jasinga menggelar aksi gotong royong normalisasi saluran irigasi Sendung, Minggu (15/2).

Aksi ini difokuskan pada saluran induk Daerah Irigasi (D.I) Cidurian Sendung, tepatnya di Blok Cimi-cimi, Kampung Panggilingan, Desa Setu. Langkah darurat ini diambil untuk mengatasi mampetnya pasokan air yang selama ini dikeluhkan oleh para petani di wilayah hilir.

Aliran irigasi ini merupakan urat nadi pertanian bagi tujuh desa di dua kecamatan. Meliputi Desa Sipak, Pamagarsari, Setu, Cikopomayak, dan Bagoang di Kecamatan Jasinga, serta Desa Argapura di Kecamatan Cigudeg.

Juru Air UPTD Irigasi Jasinga, Apud, menegaskan bahwa normalisasi ini dilakukan secara manual guna memastikan air kembali mengalir ke lahan-lahan pertanian yang kekeringan.

“Gotong royong ini kami lakukan untuk menormalisasi aliran irigasi Sendung agar kebutuhan air petani di wilayah hilir dapat segera terpenuhi,” ujar Apud di sela-sela kegiatan.

Kepala Desa Setu, Esa Asmarini, menjelaskan bahwa keterlibatan warga, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani dalam agenda ini adalah bentuk kepedulian bersama. Ia mengingatkan bahwa kerusakan irigasi ini merupakan dampak jangka panjang dari bencana besar beberapa tahun silam.

“Aliran sungai Cidurian pernah diterpa banjir bandang pada 2020 lalu. Hingga kini, saluran irigasinya memang masih mengalami masalah serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan,” ungkap Esa.

Di tempat yang sama, Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, mengapresiasi semangat gotong royong warga namun juga memberikan catatan kritis terkait dukungan anggaran pemerintah.

Dery menyebut, UPTD Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga yang membawahi enam kecamatan hanya dijatah anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp 3 miliar.

“Ini potret yang cukup miris jika dibandingkan dengan luas wilayah yang harus ditangani. Namun, di tengah keterbatasan itu, gotong royong inilah bentuk nyata kepedulian kami untuk membantu petani,” tegas Dery.

Meski bersifat sementara, normalisasi ini diharapkan mampu memberikan napas lega bagi para petani di tujuh desa terdampak. Mengingat normalisasi total Sungai Cidurian membutuhkan waktu bertahun-tahun, aksi kolektif ini menjadi solusi tercepat agar sawah warga tidak mengalami fuso atau gagal panen.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan landasan hukum Peraturan Bupati Bogor Nomor 58 Tahun 2025 dan Nomor 66 Tahun 2025 terkait tugas pokok dan fungsi UPTD Infrastruktur Irigasi di wilayah Kabupaten Bogor

Reporter: Septiawan
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.