ASAR Humanity Luncurkan Program Totalitas Ramadhan dengan Budidaya Perikanan Pesantren

BOGOR (KM) – Yayasan ASAR Humanity berkolaborasi dengan DUTAQU (Duta Quran Indonesia) resmi meluncurkan Program Totalitas Ramadhan 1447 H yang ditandai dengan kegiatan Panen Raya Ikan di Kolam Ikan Bekang, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (4/2/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum perdana bagi ASAR Humanity dalam mengimplementasikan program kemandirian ekonomi pesantren. Launching program ini sekaligus menjadi simbol semangat dan syiar Islam menjelang bulan suci Ramadhan.

“Ini adalah launching program yang pertama bagi kami. ASAR Humanity memang lahir dari core program yang fokus membantu pesantren-pesantren di Indonesia. Dengan luasnya wilayah Indonesia, kebutuhan terkait kesediaan pangan seperti karbohidrat menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Ketua Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah.

Noval menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren melalui berbagai sektor produktif.

“Harapan kami, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi penyemangat dan bagian dari syiar Islam yang lebih luas,” tambahnya.

Foto: Hasil panen ikan dan sayur mayur

ASAR Humanity juga mengembangkan berbagai proyek agro ekonomi di berbagai titik Indonesia, meliputi peternakan domba, budidaya sayur-sayuran, jamur, perikanan, dan unggas. Selain fokus pada sektor pangan dan protein, yayasan ini juga menggarap bidang pendidikan pesantren dan teknologi.

Program-program tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat. Tak hanya berfokus di dalam negeri, ASAR Humanity juga menjalankan program kemandirian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Palestina.

Kolaborasi dengan DUTAQU dalam Program Totalitas Ramadhan 1447 H ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi pesantren sebagai pusat pendidikan Islam sekaligus lembaga yang mandiri secara ekonomi.

Reporter: Drajat

 

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*