Libur Nataru, Kawasan Kota Tua dan Pasar Pagi Asemka Makin Semrawut, PKL dan Ribuan Pengunjung Saling Berebut Jalan
JAKARTA (KM) — Mengisi libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berkolaborasi dengan Kecamatan Tamansari, Tambora dan Pedagang Kaki Lima di kawasan Kota Tua. Sayangnya, kurangnya koordinasi dan penataan membuat Pasar Pagi Asemka yang sudah macet menjadi semakin semrawut.
Hal ini terlihat saat Awak Media ini meliput situasi di kawasan Kota Tua, Pasar Pagi Asemka pada Sabtu, 2 Januari 2026.
Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat menumpuk seperti ikan teri mulai dari Pintu Keluar Beos sebelah Utara hingga Barat, berlanjut di depan Bank Mandiri, Museum BI, dan Museum Mandiri. Bahkan di kolong Pasar Pagi Asemka, ratusan PKL saling berebut jalan dengan pengunjung karena saking padatnya.
Bagi PKL, Kota Tua merupakan berkah akhir tahun karena telah diberikan peluang untuk berjualan. Namun, penumpukan pedagang dengan penumpang KAI di pintu keluar telah menyebabkan kemacetan yang luar biasa!!

“Ribuan pengunjung Kota Tua berebut jalan dengan PKL, seolah tak ada ruang sekedar untuk menyeberang,” keluh Rindu, pengunjung yang datang dari Bogor.
Ia pun mempertanyakan, sampai kapankah tujuan revitalisasi dan penataan Kota Tua tercapai, yakni destinasi wisata dan edukasi yang beradab.
Reporter: Syaipul/Ucok
Editor: Drajat
Leave a comment