Diduga Sarat Rekayasa, Muscam KNPI Rancabungur Ricuh dan Diwarnai Aksi Saling Dorong
BOGOR (KM) – Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kecamatan Rancabungur yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Selasa (13/1) berakhir ricuh dan saling dorong.
Aksi saling dorong tidak terelakkan saat sebagian besar massa yang tergabung dalam puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) merasa hak demokrasi mereka dirampas dan dicederai oleh oknum DPD KNPI Kabupaten Bogor selaku penyelenggara acara.
Mereka menduga kuat bahwa Muscam KNPI Rancabungur telah dikondisikan sedemikian rupa, sehingga pemenang sudah ditentukan sebelum forum dimulai. Selain itu, para peserta menilai proses musyawarah tidak dijalankan secara netral dan transparan.
Ketua OKP Pemuda Pancasila, Anwar Sadat, menyatakan bahwa proses Muscam tersebut tidak sah secara demokrasi dan terkesan diarahkan untuk kepentingan pihak tertentu.
”Saya rasa Muscam KNPI ini tidak sah secara demokrasi dan harus diadakan Muscam ulang. Proses sidang pemilihan hanya dijalankan sepihak. Saya bersama puluhan ketua organisasi lainnya tidak merasa terlibat langsung dalam sesi pemilihan,” ujar Anwar Sadat kepada awak media.

(Dok.Istimewa)
Ia menambahkan, pihaknya telah berulang kali menyampaikan keberatan kepada pimpinan sidang terkait sistem pemilihan, namun aspirasi tersebut tidak diindahkan hingga memicu kericuhan.
”Kami kaget, setelah sidang dijeda karena kericuhan, tiba-tiba pemenang sudah dikukuhkan,” lanjutnya.
Nada kekecewaan serupa disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Agung Purnama Sohib. Ia menegaskan bahwa proses Muscam ini jauh dari prinsip transparansi dan terkesan berat sebelah.
”Saya pribadi sangat kecewa. Menurut saya Muscam ini tidak netral. Panitia terkesan memihak, dan kami merasa hak kami sebagai pemuda Kecamatan Rancabungur dirampas oleh oknum DPD,” ungkap Agung dengan nada bicara yang tegas.
Reporter: Septiawan
Editor: Drajat
Leave a comment