BEM UMBARA Kawal Insiden Asap Tambang Antam Pongkor, Kirim Pengaduan ke DPR
Bogor (KM) — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (BEM UMBARA) menyatakan komitmennya untuk mengawal secara serius dan berkelanjutan insiden munculnya asap di kawasan tambang emas PT Antam (Persero) Tbk di Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga, BEM UMBARA telah mengirimkan Surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. Pengaduan tersebut menekankan bahwa insiden asap tidak boleh dipandang sebatas persoalan teknis operasional, melainkan persoalan publik yang menyangkut hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.
Insiden asap di kawasan tambang Antam Pongkor disebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar. Hingga kini, sejumlah pertanyaan dinilai belum terjawab secara terbuka, mulai dari sumber asap, kandungan zat yang dilepaskan, hingga potensi dampaknya terhadap kesehatan warga dan lingkungan sekitar. Minimnya informasi yang transparan dinilai dapat memperbesar ketidakpercayaan publik.
Ketua BEM UMBARA Afif Zaelani mengatakan, langkah pengaduan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam membela kepentingan masyarakat.
“Mahasiswa tidak boleh diam ketika persoalan menyangkut keselamatan warga terjadi. Insiden ini harus diusut secara serius, terbuka, dan bertanggung jawab. Karena itu, kami menyampaikan pengaduan resmi agar dilakukan penyelidikan independen dan masyarakat memperoleh informasi yang jujur,” ujar Afif.
Melalui pengaduan itu, BEM UMBARA mendorong BAM DPR RI untuk menindaklanjuti laporan secara serius, memfasilitasi penyelidikan yang independen dan transparan, serta memastikan keterbukaan informasi kepada publik, khususnya warga terdampak. Selain itu, mereka juga meminta agar akuntabilitas seluruh pihak terkait benar-benar ditegakkan.
BEM UMBARA menegaskan, pengawalan terhadap kasus ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. Mereka berkomitmen membuka ruang advokasi dan menyuarakan kepentingan masyarakat hingga terdapat kejelasan serta langkah konkret dari pihak-pihak terkait.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment