Aksi Besar Pemuda LIRA Guncang Bogor, Bongkar Dugaan Gratifikasi KPU, Intervensi Oknum Polri dan DPR RI

Bogor (KM) – ‎Krisis kepercayaan terhadap penegakan hukum kembali memuncak. Iqbal Al afghany ,Ketua Pemuda LIRA Bogor Raya memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Senin, 26 Januari 2026, untuk membongkar dugaan gratifikasi KPU Kota Bogor dalam Pilkada 2024 serta dugaan keterlibatan oknum Polri dan Wakil DPR RI dalam upaya meredam proses hukum.

‎Aksi yang dipusatkan di Istana Bogor ini disebut sebagai bentuk perlawanan terbuka masyarakat terhadap matinya keadilan di tingkat daerah.

‎Pemuda LIRA menilai, hingga hari ini proses penanganan dugaan gratifikasi Pilkada Kota Bogor mandek tanpa kejelasan, meski isu tersebut telah lama masuk dalam ranah penyelidikan Tipikor.

‎ Kondisi ini memunculkan dugaan serius adanya aliran dana kepada oknum aparat untuk menghentikan proses hukum.

‎“Kalau tidak ada pelanggaran, kenapa penyelidikan berhenti? Kalau tidak ada suap, kenapa semua pihak memilih diam?” tegas Pemuda LIRA dalam pernyataan resminya.

‎Dalam aksinya, Pemuda LIRA menyampaikan lima tuntutan krusial.

‎Pertama, membuka secara transparan dugaan pemberian uang dari pihak tertentu kepada oknum Polri guna meredam penyidikan kasus gratifikasi Pilkada Kota Bogor.

‎Kedua, mendesak dilanjutkannya proses hukum yang selama ini dinilai sengaja dibiarkan menggantung.

‎Ketiga, mengusut dugaan keterlibatan oknum Wakil DPR RI yang diduga melakukan intervensi dan manipulasi politik dalam Pilkada 2024 Kota Bogor.

‎Keempat, menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepolisian, kejaksaan, DKPP, serta Gakkumdu Bawaslu yang dinilai gagal menjaga integritas demokrasi.

‎Kelima, menyerukan konsolidasi besar elemen masyarakat Kota Bogor untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

‎Aksi tersebut akan dikemas dalam bentuk long march, aksi teatrikal, dan orasi terbuka. Salah satu saksi kunci dugaan manipulasi politik dijadwalkan menyampaikan kesaksian langsung di hadapan publik.

‎Iqbal Al afghany, menyebut aksi ini sebagai akumulasi kemarahan publik.

‎“Ini bukan lagi soal satu kasus, ini soal pembiaran sistematis. Para pelaku, baik pemberi maupun penerima, hari ini hidup bebas seolah hukum tidak pernah ada,” ujarnya.

‎Iqbal menegaskan, dugaan suap kepada oknum kepolisian harus dijawab secara terbuka.

‎“Jika isu itu tidak benar, buktikan dengan melanjutkan penyidikan. Diam justru memperkuat kecurigaan publik,” katanya.

‎Dipilihnya Istana Bogor sebagai titik aksi disebut sebagai simbol bahwa penegakan hukum di Kota Bogor telah kehilangan daya. Pemuda LIRA menilai hanya intervensi institusi nasional yang mampu membuka kebuntuan hukum yang terjadi.

‎Pemuda LIRA juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan akibat besarnya massa aksi. Namun mereka menegaskan, gangguan sesaat jauh lebih kecil dibanding rusaknya demokrasi jika kasus ini terus dibiarkan.

‎“Ini adalah ujian negara. Apakah hukum masih berdiri, atau benar-benar telah tumbang oleh kekuasaan,” tutup Iqbal Ketua Pemuda LIRA.

 

Reporter: Ki Medi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.