Proyek Betonisasi di Harapan Jaya Sudah Retak Hingga Berudul, Pemerhati Desak Inspektorat Turun Tangan

Kota Bekasi (KM) – Proyek infrastruktur pengecoran jalan (Betonisasi) di Perumahan Harapan Jaya RT 04, RW 13 dan kegiatan yang berlokasi di Jalan Raya Rawa Bugel percis depan SMK Catur Global, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, mengalami patah retak-retak sehingga sudah terjadi kerusakan (Berudul), diduga kontraktor pekerja tidak secara maksimal.

Padahal, proyek tersebut belum lama rampung dikerjakan, namun hasilnya sudah mengalami patah dan rusak. Sehingga menuai pertanyaan masyarakat.

Hasil pemantauan awak Media, terlihat
hasil pekerjaan yang kurang maksimal itu, membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa kontraktor gagal menjalankan program Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kegiatan ini baru saja selesai dikerjakan, dan hasil pekerjaannya sudah ada yang retak-retak dan rusak parah.

“Iya bang, pekerjaan ini belum lama dikerjakan, tapi hasilnya sangat tidak baik, karena kerjanya asal-asalan sampai merugikan warga,” ujarnya.

“Waktu itu juga, lanjut dia, warga coba perbaiki dengan cara di tambal di kondisi beton yang retak, apalagi yang di depan sekolahan parah banget samapai sudah terlihat kerikilnya.

Sementara, Dedi Arman selaku pengawas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) wilayah Bekasi Utara Dinas BMSDA, waktu dikonfirmasi media melalui pesan whatsapp, soal kondisi pekerjaan yang sudah retak dan rusak, ia menjawab sangat singkat, itu pekerjaan Boby ujung harapan bang, nanti saya konfirmasi ke boby,”katanya.

Ketika itu, saat dikonfirmasi ulang soal tidakan apa yang akan dilakukan pihaknya sebagai pengawas yang mengawasi kegiatan tersebut, dedi tidak merespon.

Proyek dengan item beton sudah terjadi keretakan sampai mengalami kerusakan yang parah. Artinya pekerjaan itu diduga sudah gagal konstruksi, dikarenakan kontraktor tidak paham tentang teknis,”ucap Samuel Pemerhati Pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, kepada kupasmerdeka.com sabtu, (27/12/2025).

Lanjut, Samuel menjelaskan, beton yang retak sehingga terjadi berudul (permukaan kasar atau keropos) menghasilkan beton yang tidak padat dan berongga, yang berdampak negatif pada kekuatan daya tahan dan estetika struktur. Hasil ini memperlihatkan adanya kegagalan dalam proses pengecoran atau komposisi campuran.

Semua itu terjadi, kerena lemahnya sistem pengawasan dengan tidak adanya metode pekerjaan yang jelas, ditambah lagi tidak adanya quality control baik secara teknis di lapangan maupun pengujian mutu dari beton yang dipasangkan, sehingga menyebabkan kualitas pengerjaan proyek tidak memenuhi standar kualitas,”jelas Samuel.

Dari kejadian tersebut, lebih lanjut samuel, dirinya sangat yakin, kalau kontraktor seperti itu tidak paham tetang pekerjaan kontruksi, bisa juga pihaknya mengurangi spesifikasi betonisasi.

Maka dari itu, Samuel memdesak Dinas BMSDA Kota Bekasi dan Inspektorat harus turun dan kros-cek kelokasi untuk melakukan pemeriksaan,”tegasnya.

Reporter: Den

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.