Dinilai Tidak Etis Dalam Merespon Kritikan, Forum Mahasiswa Bogor Tuntut Sekda Kabupaten Bogor Minta Maaf 

BOGOR (KM) — Pemeritah Daerah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Doa Bersama di Masjid Nurul Wathon, dalam rangkain kegiatan tersebut, nampak sosok Gus Miftah yang diundang sebagai mubaligh dalam kegiatan tersebut.

Hal tersebut sontak menimbulkan banyak pertanyaan di media sosial.

“Kabupaten Bogor sedang kekurangan tokoh ulama kah?,” tulis akun @rizallyudistira dalam unggahan kegiatan doa bersama yang diposting oleh akun resmi pemeritah Kabupaten Bogor.

“Kenapa harus Gus Miftah yang banyak kontroversinya, mendingan pakai ulama lokal,” kata @tian.widyana.

“Ada kasus masih dipake, whattt? Jalan pikir pemerintah gimana sih?,” cetus @mayaazahra24.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Bahkan, kata dia, masyarakat seharusnya mempertanyakan langsung alasan itu ke netizen yang mengkritik, bukan ke pemerintah.

Merespon hal itu, Forum Mahasiswa Bogor mengkritisi sikap Sekertaris Daerah, Ajat Rochmat Jatnika dalam menanggapi komentar dan kritis masyarakat. Sikap Sekda dinilai sangat tidak layak sebagai pejabat publik.

Zikri Rahmatullah selaku Koordinator dari Kampus Universitas Ibn Khaldun menilai sikap Sekertaris Daerah dalam menanggapi kritik dari masyarakat harusnya mengklarifikasi, agar tidak kembali banyak kenimbulkan pertanyaan.

“Saya rasa seorang pejabat publik adalah kaum kaum terdidik dan beradab, maka apakah etis seorang pejabat publik ketika dipertanyakan kenapa mengambil sebuah kebijakan atau keputusan yang seharusnya melakukan penjelasan malah bilang “lah saya gak tahu, silahkan saja tanya sama orang yang komentarnya”, kami Forum Mahasiswa Bogor menganggap sikap tersebut sangat buruk dan tidak elok apalagi pejabat publik,“ tutupnya.

Terakhir, Forum Mahasiswa Bogor juga menuntut klarifikasi dan permohonan maaf dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor yang sangat terhormat.

“Apabila dalam 2×24 jam masih belum ada permohonan maaf, kami akan melakukan gerakan parlemen jalanan dengan gelombang masa yang besar,” pungkasnya.

Reporter: Ki Medi
Editor: Drajat

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.