‌Mahasiswa Umbara Soroti Ancaman Bencana Ekologis di Bogor Barat, Desak Penertiban Tambang Ilegal

BOGOR (KM)  — Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Umbara (Umbara), Muhamad Afif Zaelani, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi ekologis di Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Bogor Barat, yang dinilai berada dalam situasi rawan bencana akibat kerusakan lingkungan yang terus berlangsung tanpa penindakan tegas.

 

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Bogor, Kamis (18/12/2025), Afif menegaskan bahwa ancaman bencana di wilayah tersebut bukan lagi bersifat potensi, melainkan sudah menjadi kondisi nyata yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi bencana besar.

 

“Bogor Barat hari ini berada dalam situasi darurat ekologis. Kerusakan lingkungan yang terjadi bukan sekadar persoalan alam, melainkan akibat dari aktivitas manusia yang dibiarkan berlangsung tanpa pengawasan dan penegakan hukum,” ujar Afif.

 

Ia merujuk pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat bahwa dalam satu dekade terakhir, mayoritas bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Menurutnya, jenis bencana tersebut berkaitan erat dengan degradasi lingkungan, kerusakan hutan, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

 

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, wilayah tersebut termasuk daerah dengan tingkat kerawanan banjir dan longsor tertinggi di Jawa Barat. Kerawanan ini terutama terdapat di kawasan perbukitan dan daerah hulu, termasuk Bogor Barat, yang memiliki topografi labil serta curah hujan tinggi.

 

“Rusaknya daerah resapan air dan kawasan hulu memperbesar risiko bencana. Namun ironisnya, praktik tambang ilegal, pembukaan lahan tanpa kajian lingkungan, serta perusakan daerah aliran sungai masih terus terjadi dan seolah dibiarkan,” kata Afif.

 

Dalam pernyataannya, mahasiswa Umbara menilai praktik tambang ilegal dan alih fungsi lahan di kawasan rawan bencana sebagai bentuk kejahatan ekologis karena mempertaruhkan keselamatan warga. Mereka juga menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan yang dinilai memperbesar risiko bencana dan mencerminkan absennya kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

 

Melalui pernyataan sikap tersebut, mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera menutup dan menindak seluruh aktivitas tambang ilegal tanpa kompromi dan tanpa tebang pilih.

 

“Mahasiswa berdiri sebagai kontrol sosial dan pembela ruang hidup rakyat. Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi segelintir pihak,” ujar Afif.

 

Ia menambahkan, apabila pemerintah tetap abai dan menormalisasi kerusakan lingkungan, mahasiswa menyatakan siap mengonsolidasikan gerakan mahasiswa dan masyarakat untuk menuntut tanggung jawab negara secara terbuka.

 

“Bencana tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dari pembiaran. Selamatkan Bogor Barat sekarang, sebelum terlambat,” kata Afif.

 

Reporter: mos

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.