Mahasiswa Desak PUPR Bogor Pecat Pejabat Berinisial AS yang Diduga Terlibat Pungli
Bogor (KM) — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Relawan Demokrasi dan Aspirasi (Koredas) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Senin (8/12). Mereka menuntut pemecatan salah satu pejabat PUPR berinisial AS yang diduga terlibat praktik pungutan liar terhadap sejumlah provider telekomunikasi.
Dalam orasinya, para mahasiswa menilai dugaan pungli tersebut tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih serta melanggar peraturan perundang-undangan. Mereka juga menegaskan bahwa praktik semacam itu berpotensi merusak kepercayaan investor yang hendak berinvestasi di Kota Bogor, khususnya dalam sektor infrastruktur dan layanan publik.
Aksi berlangsung dengan penyampaian kritik tajam yang dialamatkan kepada pejabat berinisial AS. Massa menilai tindakan pungli bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan budaya buruk yang, jika tidak diatasi, berpotensi mengakar di lingkungan PUPR.
“Kami meminta kepala dinas untuk mengambil langkah tegas dengan memecat pejabat terkait dan melakukan pembenahan internal. Jangan sampai praktik seperti ini menjadi budaya yang merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar salah satu koordinator aksi.
Adapun tuntutan lengkap yang disampaikan massa aksi meliputi:
1. Mendesak Kepala Dinas PUPR untuk segera memecat pejabat bidang pemeliharaan berinisial AS karena diduga terlibat pungli.
2. Mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pungli tersebut secara transparan dan akuntabel.
Hingga aksi berlangsung, pihak PUPR Kota Bogor belum memberikan keterangan resmi terkait desakan mahasiswa tersebut.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment