Forum Aktivis Cikeusal Pertanyakan Penghentian Penyaluran MBG oleh SPPG Sukaratu
SERANG (KM) – Forum Aktivis Cikeusal mempertanyakan penghentian penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, yang disebut telah berlangsung hampir dua pekan tanpa sosialisasi kepada penerima manfaat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyaluran MBG disebut tidak berjalan sejak Senin (15/12/2025). Kondisi tersebut menambah sorotan publik setelah sebelumnya muncul keluhan terkait porsi dan kualitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan standar gizi maupun besaran anggaran yang ditetapkan pemerintah.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Program ini dirancang untuk menyediakan makanan sehat dan seimbang, membuka lapangan kerja, serta melibatkan pelaku UMKM lokal dengan pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, sejumlah orang tua murid menilai pelaksanaan di lapangan tidak sesuai harapan. Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa menu yang diterima siswa dinilai jauh dari standar.
“Isinya cuma roti warung harga Rp2.000, kacang mede sebungkus kecil, susu kotak kecil, dan empat buah kelengkeng. Kalau dihitung-hitung paling cuma Rp6.000, padahal setahu saya anggaran dari pemerintah Rp15.000 per anak,” ujarnya.
Ia juga mengaku bingung karena sejak 15 Desember anaknya tidak lagi menerima MBG, sementara sekolah lain disebut masih mendapat penyaluran meskipun sudah memasuki masa libur.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Cikeusal, Adang Sutarman, membenarkan bahwa sekolahnya sudah hampir dua pekan tidak menerima MBG dari SPPG Sukaratu. Menurut dia, pihak sekolah telah menerima pemberitahuan sebelumnya.
“Dari SPPG memang sudah diinformasikan. Siswa kami mulai libur pada 22 Desember dan masuk kembali 5 Januari. Kami mengikuti sesuai surat pemberitahuan,” kata Adang saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Ketua Forum Aktivis Cikeusal, Adam, menyayangkan adanya penghentian penyaluran MBG tersebut. Ia menilai penghentian program tanpa penjelasan terbuka dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Sangat disayangkan, kenapa penyaluran MBG bisa berhenti. Kami masyarakat Cikeusal meminta Kepala SPPG di Desa Sukaratu untuk mengklarifikasi secara terbuka terkait penghentian penyaluran ini,” ujar Adam.
Selain itu, ia juga mendesak Badan Gizi Nasional untuk turun tangan melakukan evaluasi.
“Kami meminta pengawas BGN tingkat pusat segera melakukan peninjauan dan evaluasi, baik terkait penghentian penyaluran maupun dugaan ketidaksesuaian nilai anggaran dengan menu yang diterima masyarakat,” kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Sukaratu belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghentian penyaluran MBG tersebut.
Reporter: Acun S.
Editor: rso
Leave a comment