Betonisasi Jalan Utama Wisma Asri 2 Kota Bekasi Retak, Aspal Diduga Tipis

Keterangan foto: Proyek Pemeliharaan Jalan Yang Berlokasi di Perumahan Taman Wisma Asri 2 Jalur Utama, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Bekasi (KM) — Program pembangunan infrastruktur Pemerintah Kota Bekasi kembali menjadi sorotan publik. Proyek Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi Jalan Utama Taman Wisma Asri 2, yang berlokasi di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, dinilai dikerjakan tidak maksimal dan jauh dari standar kualitas.

 

Pekerjaan yang berada di bawah pengelolaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tersebut dilaksanakan oleh CV Citra Abadi dengan nilai kontrak sekitar Rp211 juta yang bersumber dari APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2025.

 

Berdasarkan keterangan warga sekitar, item pekerjaan betonisasi jalan yang baru rampung sekitar dua minggu lalu kini sudah menunjukkan keretakan memanjang di sejumlah titik. Selain itu, pada item aspal (hotmix), warga menilai lapisan aspal terlihat tipis dan bergelombang.

 

Salah seorang warga berinisial JR menyayangkan kondisi proyek yang baru selesai namun sudah mengalami kerusakan.

“Baru dibangun, tapi betonnya sudah retak-retak. Aspalnya juga terlihat tipis dan tidak rata. Sepertinya kualitas pengerjaannya tidak diperhatikan,” ujar JR kepada kupasmerdeka.com.

 

JR menilai, proyek dengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut patut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Ia bahkan mencurigai adanya pengurangan kualitas material demi keuntungan pihak tertentu.

“Seharusnya dinas terkait bertindak tegas sesuai prosedur. Jangan dibiarkan,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Rendi, selaku Pelaksana Teknis (Peltek) DBMSDA Kota Bekasi yang mengawasi proyek tersebut, saat dikonfirmasi hanya memberikan keterangan singkat. Ia menyebut bahwa pemeriksaan akan dilakukan saat proses PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima pekerjaan.

 

Namun, di lokasi proyek ditemukan lubang bekas pengambilan sampel (core drill) yang menimbulkan dugaan bahwa proses PHO telah dilakukan. Ketika dikonfirmasi ulang terkait hal tersebut, Rendi tidak memberikan jawaban.

 

Kritik juga datang dari kalangan pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi. Salah satunya Samuel T, yang menilai lemahnya pengawasan proyek infrastruktur sudah menjadi persoalan berulang.

“Pekerjaan cepat selesai, serah terima juga cepat, tapi kualitasnya tidak sebanding dengan nilai anggaran,” ungkap Samuel, Rabu (17/12/2025).

 

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pemerintah seolah memberi contoh buruk dalam pengelolaan proyek publik.

“Jalan baru dikerjakan sudah rusak, tapi tidak ada tindakan tegas dari dinas. Kami menduga mutu betonisasi dan aspal tidak sesuai spesifikasi,” katanya.

 

Samuel juga menekankan bahwa proyek tersebut baru selesai dalam hitungan minggu, namun sudah ditemukan banyak keretakan dan kerusakan. Ia pun mendesak agar Inspektorat Kota Bekasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) segera melakukan audit investigatif guna memastikan penggunaan dana negara berjalan sesuai ketentuan.

 

“Ini penting agar tidak ada pembiaran dan agar kualitas pembangunan benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

 

Reporter: Den

 

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*