Suhu dan Ketebalan Aspal di Jln Masjid Al Makmur Bojong Rawalumbu Kota Bekasi Diduga Tidak Maksimal
Bekasi (KM) – Proyek pengaspalan yang diselenggarakan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi berjudul Pemeliharaan Rutin Jalan (Jalan Masjid Al’Makmur GG Naar RW. 04 Kelurahan Bojong Rawalumbu), Kecamatan Rawalumbu.
Pekerjaan tersebut, dikerjakan kontraktor yang menggunakan CV. Misbach Bersaudara, dengan nilai anggaran Rp. 144.149.000,00 APBD 2025 Kota Bekasi, diduga tidak menjaga kualitas pekerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Warga setempat, Pak Hacim mengatakan, proses penghamparan aspal di Jln dalang 1 dilakukan pada saat kondisi matrial aspal sudah bergumpal dan dingin. Hal itu sangat berpengaruh pada ke maksimalan pekerjaan.

“Konsultan pengawas, seharusnya melakukan pengecekan terlebih dahulu, aspal dingin seperti ini layak tidak, jangan langsung penghamparan aspal ke badan jalan,” kata Hacim.
Apalagi lanjut Hacim, prime coat tidak berfungsi, sehingga daya rekat aspal berkurang karena suhunya ngedrop (dingin), sudah pasti suhu aspal ketika digelar tidak mencukupi suhu yang disyaratkan yakni 150 ⁰C.
“Hasil Pekerjaan aspal yang dikerjakan pihak kontraktor tidak maksimal, ada sebagian titik terlihat kurang pemadatan,” ucapnya.
Tidak hanya suhu aspal saja yang tidak layak di gelar dikarenakan dingin, di saat team media mencoba mengukur gelaran penebalan aspal dengan menggunakan alat sikmat, yang terdapat hanya 1,5 -1,9 cm, padahal untuk volume ketebalan spesifikasi 3 cm.
Sementara Nining Suningsih, Kepala Uptd Pengawasan Jalan, Jembatan Dan Saluran Wilayah Rawalumbu Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, waktu dimintai tanggapan soal kegiatan tersebut, ia tidak merespon.
Menanggapi hal tersebut, Yohanes L. Tobing, S.H., dari LSM TOPAN-RI, menyayangkan sikap pihak rekanan (kontraktor), seharusnya. Secara analisa, aspal yang digelar suhunya harus panas agar hasil pekerjaannya terbilang cukup baik.
“Namun, apabila dipaksakan digelar dalam suhu yang sudah berkurang atau dingin, saya kawatir kegiatan tersebut tidak akan maksimal,” ujar Yohanes Rabu, (26/11/2025) kepada kupasmerdeka.com.
“Parahnya lagi, kalau pihak kontraktor menggunakan Pekerjaan Pelapisan Aspal Resap Perekat (Prime Coat) terlalu banyak penambahan air, dirinya menduga tidak akan mengikat,” ujar Yohanes.
Terkait ketebalan aspal, lebih lanjut Yohanes mengatakan, dirinya menduga adanya pembiaran baik dari dinas maupun Konsultan, karena pihak rekanan Kontraktor diberikan peluang untuk mencuri volume Ketebalan Aspal / Hotmix.
”Untuk itu, saya meminta kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas DBMSDA Kota Bekasi, agar melakukan pengecekan kegiatan yang dikerjakan CV. Misbach Bersaudara, karena saya menduga ada permainan ketidak sesuaian dalam pekerjaan ini,” pungkasnya.
Reporter: Den
Leave a comment