Retribusi Naik, Sampah Tetap Menumpuk di Pasar Teknik Umum Kota Bogor
Bogor (KM) – Kebersihan Pasar Teknik Umum Kota Bogor kembali menuai sorotan tajam. Sampah yang menumpuk di berbagai sudut pasar menimbulkan bau tak sedap dan mencoreng wajah pasar tradisional. Ironisnya, kenaikan retribusi kebersihan dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per hari justru tidak berbanding lurus dengan pelayanan.
Pantauan wartawan di lokasi, Rabu (1/10), sampah plastik, sayuran busuk, hingga limbah rumah tangga berserakan tanpa penanganan memadai. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli.
“Kami sudah membayar retribusi yang sekarang naik jadi sepuluh ribu. Tapi sampah tetap menumpuk, pelayanan sama sekali tidak ada peningkatan,” keluh seorang pedagang dengan nada kesal.
Pihak ketiga yang diberi mandat mengelola sampah pasar dianggap gagal menjalankan kewajiban dasar.
Menurut data jumlah los pedagang di Pasar Tehnik Umum ada sekitar 1.000 los. Kalau satu los pedagang di kenakan retribusi sebesar 10.000/Hari, maka seharusnya pihak pengelola mengantongi setidaknya 10jt/Hari dan 300jt/Bulan. Ini jumlah yg jelas sangat fastastis! Jauh tak beimbang dengan pelayanan yang diberikan ke Pedagang.
Kenaikan retribusi yang semestinya digunakan untuk memperbaiki pelayanan justru memunculkan kecurigaan: ke mana sebenarnya aliran dana tersebut?
Perumda Pasar Pakuan Jaya diminta segera mengevaluasi kinerja Pihak ketiga pengelola. Jika pembiaran terus berlangsung, pasar berisiko berubah menjadi sumber penyakit sekaligus menurunkan daya tarik konsumen.
Masyarakat sekitar, Prabu menegaskan, sudah berkali-kali menghimbau Perumda Pasar Pakuan Jaya sebagai pemberi mandat, tidak ada alasan bagi Pihak ketiga pengelola untuk lalai. Tapi sampai dengan saat ini Pihak Perumda PPJ sama sekali tidak mengambil langkah konkret.
Jika tidak mampu, sebaiknya pemerintah mengambil alih langsung agar kebersihan dan kenyamanan pasar dapat kembali terjaga.
Evaluasi terhadap kinerja Pihak Ketiga pengelola sampah ini sangat penting dan menjadi keharusan, agar uang rakyat tidak terus terbuang sia-sia dan pasar kembali menjadi tempat yang sehat serta layak bagi masyarakat.
Reporter: Ki Medi
Memang kalau ke pasar TU bau sampahnya menyengat. Mungkin sudah berhari hari menumpuk.