Proyek Betonisasi Jalan di Rawalumbu Disorot, Pemerhati Desak Inspektorat Lakukan Audit

Keterangan gambar: Proyek Pemeliharaan Rutin Jalan Paket 11 Jalan Lingkungan Rw008 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi,

Bekasi (KM) — Proyek pemeliharaan rutin jalan lingkungan RW 008, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, kini menjadi perhatian publik. Pekerjaan betonisasi dengan nilai kontrak Rp521 juta lebih yang dikerjakan oleh CV. Dicky Karya Mandiri ini menggunakan anggaran dari Opsen PKB Tahun Anggaran 2025, di bawah pelaksana Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kualitas hasil pembangunan jalan tersebut. Mereka menilai pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen perencanaan.

“Berdasarkan pengamatan kami, ketebalan beton yang seharusnya 10 sentimeter ternyata hanya sekitar 7–8 sentimeter. Bahkan, sebagian papan bekisting hanya berukuran 8 cm,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Keterangan gambar: Proyek Pemeliharaan Rutin Jalan Paket 11 Jalan Lingkungan Rw008 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi

Selain ketebalan, warga juga menyoroti mutu bahan beton yang tampak kurang baik. Diduga, pekerja menambahkan air ke dalam campuran beton saat pengerjaan, yang dapat menurunkan kualitas dan daya tahan jalan.

Menanggapi hal itu, Samuel T., pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, ada indikasi pengurangan volume dan lemahnya pengawasan yang dilakukan konsultan proyek. “Jika benar terjadi pengurangan ketebalan beton, maka kualitas jalan tentu tidak akan bertahan lama. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya kepada Kupas Merdeka, Jumat (24/10/2025).

Samuel menegaskan, praktik seperti itu menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan di lapangan. Ia mendesak Inspektorat Kota Bekasi sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap dokumen administrasi proyek, termasuk invoice dan surat jalan pengiriman material beton.

“Inspektorat harus turun tangan dan memeriksa secara menyeluruh agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah,” tegasnya.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.