Pasca Penutupan Tambang di Bogor, Kiai Ibat Serukan Kesabaran dan Persaudaraan
BOGOR (KM) – Penutupan aktivitas pertambangan oleh Gubernur Jawa Barat di sejumlah wilayah Bogor menuai beragam reaksi dari masyarakat. Namun, di tengah gejolak tersebut, Kiai Ibat, salah satu tokoh agama terkemuka di kawasan Desa Cipinang Rumpin menyampaikan pesan menyejukkan yang mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga persaudaraan antar sesama umat.
Dalam nasihat yang diberikannya, Kiai Ibat menegaskan bahwa segala ujian yang terjadi, termasuk persoalan ekonomi akibat penutupan tambang, harus disikapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Sabar adalah kunci. Jangan kita terburu-buru menyalahkan siapa pun. Apa pun yang terjadi di dunia ini sudah dalam ketentuan Allah. Yang penting, kita tetap berusaha dengan cara yang halal dan tetap menjaga persatuan,” ujar Kiai Ibat di kediamannya (14/10).
Lebih lanjut, beliau mengingatkan agar masyarakat tidak terpecah belah, apalagi saling membenci, hanya karena perbedaan pandangan atau kepentingan ekonomi.
“Ingat, kita semua ini umat Nabi Muhammad SAW. Jangan pernah ada kebencian di antara kita. Mungkin ada saudara-saudara kita yang berbeda jalan, tapi kita tetap satu umat. Yang penting, jangan luntur rasa kasih sayang kita sebagai sesama manusia, saling memberi kepada tetangga juga,” pesannya.
Kiai Ibat juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera turun tangan membantu masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat penutupan tambang. Ia meminta agar pemerintah tidak hanya menutup tambang, tetapi juga memikirkan solusi nyata untuk keberlangsungan hidup warga.
“Setelah tambang ditutup, pemerintah harus hadir melihat kondisi rakyatnya. Percepat juga pembangunan jalur khusus tambang, agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Keterangan Foto: Ilustrasi Pertambangan. (Dok Foto: Istock)
Pembangunan jalur khusus tambang, menurut Kiai Ibat, adalah salah satu solusi konkret yang harus segera diselesaikan. Selain mengurangi dampak negatif aktivitas tambang terhadap lingkungan dan pemukiman warga, jalur khusus juga diharapkan menjadi jalan tengah antara kepentingan ekonomi dan keselamatan masyarakat.
Kiai Ibat juga mengajak semua pihak, baik tokoh masyarakat, ulama, maupun pemerintah, untuk duduk bersama mencari jalan keluar yang terbaik dan berkeadilan
Dengan nasihat dari tokoh-tokoh agama seperti Kiai Ibat, diharapkan masyarakat dapat menghadapi transisi ini dengan semangat kebersamaan dan kesabaran.
Reporter: Septiawan
Editor: Drajat
Leave a comment