Pemadatan Proyek di Jalan Lumbu Barat Raya Diduga Tidak maksimal, Pemerhati: Dinas Lakukan Ketegasan

Keterangan foto: Proyek Rekonstruksi Jalan, Yang Berlokasi di Jalan Lumbu Barat Raya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Kota Bekasi (KM) – Pekerjaan Rekonstruksi Jalan, Peningkatan Jalan Lumbu Barat Raya, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, Sumber Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2025, diselenggarakan Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air ( DBMSDA) Kota Bekasi, yang dimenangkan CV. Arrahji Bussiness, dengan Nilai Kontrak RP. 7,4 milyar,
diduga proses pekerjaan pemadatan untuk dasar landasan Rigit betonisasi tidak maksimal.

Pasalnya, hasil temuan media dilokasi pekerjaan, kondisi Pemadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA) terjadi pergerakan sehingga mengalami amblas.

Keterangan foto: Proyek Rekonstruksi Jalan, Yang Berlokasi di Jalan Lumbu Barat Raya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Michael Arcos Pelaksana Teknis Kegiatan (Peltek) di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) saat dimintai tanggapan melalui pesan whatsapp soal amblasnya kondisi pemadatan. Kalau ini sudah di bahas di lapangan tadi, besok perbaikan tanah bagian base,” katanya.

Terkait pemadatan kurang maksimal, menurut Yayat Hidayat, Pemerhati Pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi, dirinya menilai, pengecoran jalan tersebut terkesan terlalu terburu-buru dan dipaksakan.

Untuk pemadatan di maksimalkan terlebih dahulu, sampai dasarnya terlihat padat mengeras tampa ada begerakan. Cuma saya kwatir pemadatan belum maksimal sudah dilakukan pengecoran betonisasi Rigit,”ucap yayat kepada kupasmerdeka.com senin, (15/09/2025).

Seharusnya, lanjut Yayat, metode pelaksanaan pekerjaan harus sesuai rencana dan prosedur yang meliputi pemasokan material, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan serta dilakukan pemeliharaan permukaan secara rutin dengan menyiram air menggunakan water tanker dan pemadatan dengan alat pemadat vibratory roller, bahan yang digunakan pada Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA) terdiri dari agregat kasar dan agregat halus.

Dalam pengerjaan, saya menduga penyedia tidak memikirkan kwalitas serta kekuatan dalam proyek betonisasi tersebut. hanya memikirkan keuntungan saja,”cetus yayat.

Maka dari itu, dirinya mendesak kepada Dinas DBMSDA Kota Bekasi, terutama Konsultan Supervisi selaku pengawas teknis, agar tidak main mata dengan kontraktor pada kegiatan Jalan Lumbu Barat Raya Kecamatan Rawalumbu.“Jangan di jadikan ajang manfaat untuk mencari ke untungan tanpa memikirkan mutu dan kwalitas.

Saya akan terus memonitoring di kegiatan itu, jika ditemukan ketidaksesuaian pada proyek ini, kami harap akan ada tindakan yang nyata terhadap oknum kontraktor nakal,”pungkasnya.

 

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.