Jargon Bogor Istimewa Tak Seindah Realitas, Hanya Martabak Yang Masih Istimewa
Oleh: Hero Akbar N/ Moses*)
(KM) – Semboyan Bogor Istimewa sudah menjadi jargon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor sejak masa pencalonan pilkada lalu. Jargon istimewa ini memang cukup menyedot asa warga Bogor yang seakan terhipnotis dengan kata istimewa tersebut.
Secara maknawi, istimewa dapat diartikan luar biasa, khas, khusus, atau lain daripada yang lain. Kata ini menggambarkan suatu hal yang memiliki keunggulan atau karakteristik tertentu yang membedakannya dari hal-hal biasa, seperti situasi yang luar biasa, perlakuan khusus, atau kualitas yang sangat hebat.
Dan ternyata, semboyan “Bogor Istimewa” itu tak se-istimewa martabak yang selalu dicari berbagai kalangan untuk beraneka keperluan dan kegiatan, baik untuk teman santai sambil nonton film dan musik, hingga dibutuhkan untuk mengunci mulut calon mertua. Bila seperti itu kondisinya, lalu di manakah istimewa-nya Kabupaten Bogor?
Realitasnya, Kabupaten Bogor masih menghadapi banyak persoalan. Tingginya angka pengangguran, minimnya serapan anggaran, banyaknya kerusakan infrastruktur jalan dan bangunan sekolah, serta persoalan peningkatan kualitas SDM yang masih tinggi, membuat Kabupaten Bogor sulit untuk beranjak keluar dari zona nyaman yang tidak pasti juga kenyamanannya.
Banyaknya even-even yang digelar Pemkab Bogor seakan hanya buat menutupi kekurangan dan permasalahan yang ada saja, agar seolah terlihat sibuk dan produktif terus. Pertanyaan besarnya adalah, apakah semboyan “Bogor Istimewa” hanya sekadar jargon belaka? Atau sepertinya hanya martabak telor dan manis saja yang pantas menyandang kata istimewa.
*) Aktivis Bogor, Pemimpin Redaksi Media Kupas Merdeka
Leave a comment