Demo Aliansi Mahasiswa Tangerang Memanas, Ban Dibakar di Depan Gedung DPRD

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Tangerang di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (4/9)

)TANGERANG (KM) – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Tangerang di depan Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Berlangsung panas dan diwarnai aksi bakar ban. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus, seperti Untara, Universitas Esa Unggul, PPI, Stikes Fatir Usada, dan Universitas Muhammadiyah Banten (UMB), turun ke jalan menolak tunjangan rumah DPRD serta mengecam brutalitas aparat kepolisian. Kamis (4/9)

Situasi sempat memanas ketika terjadi dorong-mendorong antara aparat dan mahasiswa. Meski begitu, massa aksi akhirnya sempat duduk bersama dengan sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, anggota DPRD M. Nur Rojab (Golkar), Imam Sucipto (PKS), Kapolres Tangerang AKBP Indra, serta Dandim Letkol Yudho.

Dalam pertemuan singkat itu, Soma Atmaja menegaskan bahwa PP Nomor 18 Tahun 2017 masih berlaku dan melekat, sehingga tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan maupun anggota DPRD masih dibayarkan. “Namun, Perbup Nomor 1 Tahun 2025 sudah dibatalkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut tidak memuaskan mahasiswa. Mereka tetap mendesak agar tunjangan rumah DPRD dihapuskan, dengan alasan mayoritas anggota dewan sudah memiliki rumah pribadi. “Kami tidak menolak semua tunjangan, hanya tunjangan rumah yang jelas tidak relevan,” tegas salah satu orator.

Aliansi Mahasiswa Tangerang juga meluncurkan enam tuntutan resmi yang mereka sebut Panca Tura (Lima Tuntutan Rakyat + 1 tambahan), di antaranya:

1. Jaminan kebebasan berpendapat tanpa represi.

2. Hentikan brutalitas aparat, kedepankan pendekatan humanis.

3. Mendesak Bupati dan DPRD menghapus tunjangan rumah maksimal 1×7 hari.

4. Usut tuntas kasus brutalitas polisi, khususnya kematian pelajar Andika Lutfi Falah.

5. Tolak semua kebijakan yang tidak pro rakyat.

6. Batasi tunjangan perumahan DPRD maksimal Rp15 juta.

 

Meski sudah diberi penjelasan oleh Sekda, kekecewaan massa kian membesar karena wakil ketua DPRD disebut berada di dalam gedung namun enggan menemui mahasiswa. Kondisi itu memicu emosi hingga mahasiswa melakukan aksi bakar ban di depan gedung dewan.

Massa menegaskan, jika dalam 1×7 hari tuntutan tidak dipenuhi, mereka akan kembali turun ke jalan dengan eskalasi lebih besar.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung DPRD Kabupaten Tangerang berangsur kondusif dengan penjagaan ketat aparat keamanan.

 

Reporter: Luky/HSMY

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.