Akses ke Masjid Agung, Warga Pamarayan Bangun Jembatan Karatag dari Bambu
SERANG (KM) – Dengan penuh gotong royong, masyarakat Pamarayan membangun jembatan karatag berbahan bambu sebagai jalur alternatif menuju Masjid Agung Pamarayan dan Alun-alun Pamarayan, Senin (08/09/2025).
Jembatan sementara tersebut memiliki panjang sekitar 40–50 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 5–7 meter. Keberadaannya diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga Desa Pamarayan dan sekitarnya untuk beribadah serta mengikuti kegiatan keagamaan di Masjid Agung.

Menurut informasi yang diperoleh, proses pembangunan jembatan sudah berlangsung selama dua pekan. Biaya pembangunannya berasal dari donasi para dermawan serta hasil swadaya masyarakat.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Serang maupun Provinsi Banten dapat membangun jembatan permanen yang bisa dilalui tidak hanya oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat.
“Alhamdulillah, hari ini kami sedang melaksanakan pembangunan jembatan karatag untuk memudahkan warga Desa Pamarayan dalam beribadah dan menghadiri kegiatan keagamaan di Masjid Agung Pamarayan,” ujar Ustad Rojak, Panitia DKM Masjid Agung Pamarayan.
Saat ditanya soal lama pengerjaan dan biaya yang dikeluarkan, Ustad Rojak menjelaskan, “Pengerjaan sudah berjalan selama dua minggu dan masih belum rampung sepenuhnya. Adapun dana berasal dari donatur dan swadaya masyarakat.”
Ia menambahkan, “Harapan kami, pemerintah daerah ke depan bisa membangun jembatan karatag ini secara permanen.”
Reporter: Acun S
Leave a comment