Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Kemenaker Angkat Bicara
Jakarta (KM) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan pemerasan yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer, bersama 10 orang lainnya. Aksi tersebut dilakukan melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis dini hari (21/8/2025) di Jakarta.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyebut praktik pemerasan itu bukan hal baru dan telah berlangsung cukup lama dengan nilai yang sangat besar. “Sudah cukup lama berjalan, jadi jumlahnya besar,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Immanuel, atau yang akrab disapa Noel, ditangkap atas dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di sejumlah perusahaan. Penangkapan ini menjadikannya pejabat pertama di Kabinet Merah Putih yang terseret OTT KPK.
Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK menyita uang miliaran rupiah, puluhan mobil, serta motor mewah. Di antara barang bukti yang diamankan terdapat mobil Nissan GTR biru, BMW, Hyundai Palisade, Mitsubishi Pajero Sport, Jeep, hingga motor sport Ducati dan Vespa. “Yang jelas ada uang, mobil, dan motor Ducati,” ungkap Fitroh.
Pantauan wartawan menunjukkan, barang bukti berupa Nissan GTR biru tiba di Gedung KPK pada Kamis sore pukul 16.38 WIB, disusul kendaraan lain yang turut diamankan. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan tambahan barang bukti hasil OTT.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto

salah satu barang bukti, kendaraan roda empat yang disita KPK
Sementara itu, sebagian pihak yang terjaring OTT telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan rasa prihatin yang mendalam. Menurutnya, kasus ini menjadi pukulan berat bagi Kemenaker, terutama di tengah upaya perbaikan yang tengah ia lakukan selama 10 bulan kepemimpinannya. “Bagi saya dan keluarga besar Kemnaker, ini pukulan berat. Apalagi sejak saya dilantik, fokus kami adalah pembenahan integritas, profesionalisme, dan layanan,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kemenaker.
Meski demikian, Yassierli menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kami mendukung langkah KPK dalam menindak tegas setiap pelaku korupsi,” tegasnya.
Reporter: Rwin
Leave a comment