Ketua Umum Konfederasi KASBI Nilai OTT KPK terhadap Wamenaker Mengecewakan

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel)

BEKASI (KM)- Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno, menilai OTT KPK terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer sebagai peristiwa yang sangat mengecewakan sekaligus menjadi teguran keras bagi pemerintahan Prabowo–Gibran.

Menurutnya, langkah KPK ini membuka mata publik, khususnya kaum buruh, bahwa praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta permainan busuk dalam urusan ketenagakerjaan memang nyata terjadi dan telah berlangsung lama di berbagai tingkatan.

Tak heran bila persoalan perselisihan kerja, PHK sepihak, pemotongan upah, mutasi tanpa persetujuan, union busting, hingga aksi protes dan mogok kerja, terus menjadi bagian dari keseharian kaum buruh yang kerap tersorot di media.

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Sunarno

Padahal, selama beberapa bulan menjabat, Immanuel Ebenezer atau Bang Noel dikenal cukup vokal membela buruh, bahkan sering keras mengkritik pengusaha nakal dan beberapa kali viral di publik. Meski begitu, pernyataannya kadang justru menimbulkan kontroversi karena kurang mendalami substansi masalah ketenagakerjaan.

Dunia kerja sendiri penuh dinamika keras, sarat konflik, serta menguras tenaga dan air mata. Karena itu, lembaga terkait seperti Disnaker, mediator, pengawas ketenagakerjaan, DPR Komisi IX, Kemnaker, maupun PHI seharusnya berdiri sebagai penegak keadilan, bukan malah menambah beban bagi buruh.

Setiap perselisihan ketenagakerjaan merupakan jalan panjang untuk menguji keberanian mencari kebenaran dan keadilan, termasuk mentalitas pejabat yang terlibat. Sebab, ruang ini sering dipenuhi negosiasi, tawar-menawar, hingga praktik curang. Tanpa integritas dan moralitas tinggi, pejabat berisiko berpihak pada kepentingan kapitalis-oligarki.

Kasus OTT ini menjadi pukulan telak bagi rezim Prabowo–Gibran, terlebih setelah janji manis yang dilontarkan dalam pidato May Day 2025. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi pejabat negara agar tidak melupakan tanggung jawab utamanya, yakni memperjuangkan rakyat kecil dan membebaskan kaum buruh dari penindasan.

Sunarno menutup dengan kutipan Abraham Lincoln: “Jika ingin tahu watak asli seseorang, berilah ia jabatan.” Maknanya, kekuasaan akan menunjukkan sisi sejati seseorang, baik yang baik maupun yang buruk.

Ia pun menyerukan agar kaum buruh tetap bersemangat dan terus memperjuangkan keadilan hingga kemenangan bisa diraih.

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.