Sasar Pasar Digital, Mahasiswa KKM Universitas Primagraha Kembangkan Kerupuk Krutang Khas Kelurahan Cipete
SERANG (KM) – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Primagraha, didampingi pengurus RW.01 melaksanakan kegiatan minggu ke 2 dengan melakukan kunjungan produksi Kerupuk Krutang di Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (14/7/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Mahasiswa KKM Kelompok 8 Universitas Primagraha untuk berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan potensi ekonomi lokal atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kerupuk krutang yang dikenal sebagai cemilan khas Kelurahan Cipete ini, memiliki cita rasa unik dan telah digemari banyak orang.
M. Habib Farhan, selaku ketua Kelompok 8 KKM dari Universitas Primagraha mengungkapkan, sejalan dengan Visi dan Misi Kampus pada KKM 2025 yang disampaikan oleh Bapak Dr, H. Haerofiatna, S.Kom, MM, salah satunya yaitu meningkatkan Enterpreneur, Ekonomi kreatif, dan UMKM. Arahan ini juga diperkuat oleh Herly Noviansyah, MM, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang secara singkat menekankan agar pihaknya membawa dampak nyata dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan bagi UMKM di Kelurahan Cipete.
“Inisiatif ini bertujuan ganda. Pertama, mempelajari proses pembuatan Kerupuk Krutang yang merupakan warisan budaya lokal, dan memberikan dukungan dalam promosi serta pengembangan usaha kerupuk krutang agar jangkauannya dikenal lebih luas,” ungkap Habib Farhan.

Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan sejarah dan filosofi Kerupuk Krutang oleh Ibu Aisyah, salah satu produsen Kerupuk Krutang di Kelurahan Cipete.
Beliau menjelaskan, bahwa kerupuk ini terbuat dari paduan tepung tapioka, penyedap rasa, emping, dan bumbu khas, dan diolah melalui serangkaian tahapan unik yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
“Produksi Kerupuk Krutang ini memang memerlukan ketelatenan dan kesabaran. Namun, kami sangat bersemangat, karena minat masyarakat terus meningkat, terutama saat bulan Ramadhan atau menjelang hari raya besar. Pada momen-momen itu permintaan bisa melonjak drastis hingga dua atau tiga kali lipat dari hari biasa,” tuturnya.
Sesi dilanjutkan dengan demonstrasi langsung proses produksi Kerupuk Krutang yang dipandu oleh Ibu Aisyah. Dengan cermat, dirinya menunjukkan setiap tahapan penting, mulai dari pencampuran bahan baku, proses pengadonan, pencetakan, hingga pengeringan dan penggorengan yang menjadi kunci kualitas kerupuk krutang.
Selain itu, bagian inti dari kunjungan tersebut adalah adanya diskusi interaktif dan berbagi pengalaman antara mahasiswa dan produsen kerupuk. Berbagai isu krusial diidentifikasi, termasuk kendala dalam produksi seperti ketersediaan bahan baku, isu peralatan yang sering dihadapi, serta tantangan dalam mengelola lonjakan permintaan.
Para mahasiswa proaktif menyumbangkan ide-ide segar, khususnya dalam upaya memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan maksimal media sosial serta Platform E-Commerce.
Kunjungan ini terbukti memberikan wawasan yang sangat berharga bagi kedua belah pihak. Mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian kuliner lokal sebagai bagian dari identitas budaya dan potensi ekonominya. Sementara, para produsen kerupuk memperoleh pengetahuan baru yang relevan tentang strategi pemasaran digital yang diharapkan dapat menjadi katalisator signifikan bagi peningkatan penjualan produk mereka di era digital ini.
“Melalui sinergi antara mahasiswa dan produsen Kerupuk Krutang ini, diharapkan Kerupuk Krutang tidak hanya bertahan sebagai kuliner tradisional, tetapi juga mampu bersaing dan berkembang di pasar yang lebih luas, memberikan dampak positif bagi perekonomian Kelurahan Cipete,” pungkasnya.
Saprudin, selaku ketua RW 01 mengatakan kami memiliki beberapa warga yang aktif memproduksi kerupuk krutang, salah satunya adalah Ibu Asmariah. .Kegiatan KKM ini sangat positif karena tidak hanya bisa membantu melestarikan kuliner khas kami, tetapi juga bisa memberikan ilmu baru agar produk kerupuk krutang dari Kelurahan Cipete ini bisa lebih maju dan dikenal luas,” pungkasnya.
Reporter: Acun S
Editor: Drajat
Leave a comment