Bocah 9 Tahun Tenggelam di Danau Tanah Kodam Legok, Ditemukan Meninggal di Kedalaman 7 Meter

Foto: Ilustrasi

TANGERANG (KM) – Peristiwa tragis terjadi di Danau Tanah Kodam, Kampung Serdang, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (30/7/2025). Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun berinisial (SA) dilaporkan tenggelam dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas dari Babinsa Legok pada pukul 13.02 WIB. Bocah malang tersebut dikabarkan mandi di galian danau usai bermain sepeda. Warga sekitar sempat memperingatkan korban untuk tidak berenang, namun tak lama kemudian terdengar teriakan minta tolong dari korban yang ternyata tidak bisa berenang.

Anggota Damkar Legok, Yongki, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Iya Bang, tadi saya di situ,” ujar Yongki melalui pesan What’sApp kepada wartawan.

Pencarian segera dilakukan oleh tim SAR Jakarta bersama sejumlah unsur terkait. Sekitar pukul 17.05 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim penyelam di kedalaman 7 meter dengan posisi tertelungkup, hanya sekitar 1 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Korban pun langsung dievakuasi ke rumah duka.

Berikut kronologi lengkap dan unsur yang terlibat dalam proses pencarian:

Kronologi Singkat:

Pukul 10.00 WIB: Kejadian tenggelam

Pukul 13.12 WIB: Tim Rescue SAR Jakarta bergerak ke lokasi

Pukul 14.40 WIB: Tiba di lokasi dan koordinasi

Pukul 15.47 WIB: Tim dibagi dalam 3 SRU (penyelaman, rafting, visual)

Pukul 17.05 WIB: Korban ditemukan dalam kondisi MD

Pukul 17.35 WIB: Operasi pencarian dinyatakan selesai dan tim kembali ke kesatuan masing-masing

Unsur yang Terlibat:

Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bogor, BPBD Kab. Tangerang, Koramil & Babinsa Legok, Damkar Legok, Satpol PP Legok, Binamas Legok, Organisasi relawan (Semut Tangsel, Sahabat Yatim), Warga masyarakat setempat.

Alat yang Digunakan:

Perahu karet, Peralatan selam, Rescue car, Peralatan pasar air lainnya.

Cuaca hujan serta kondisi lumpur di dasar danau sempat menjadi kendala dalam proses evakuasi. Namun berkat kerja sama lintas instansi, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan cepat dan tertib.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di area rawan seperti danau, sungai, maupun galian terbuka.

Reporter: Luky, HSMY
Editor: Drajat

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.