Puskesmas Cikeusal Bersama Dinkes Kabupaten Serang Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyakit TBC di Ponpes Assa’adah
SERANG (KM) – Puskesmas Cikeusal bersama Dinkes Kabupaten Serang mengadakan kegiatan sosialisasi upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis di Pondok Pesantren Assa’adah, tepatnya di Kp. Pasir Manggu, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang -Banten, Kamis (15/05/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis atau TBC pada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan Pondok Pesantren.
Hj. Istianah Hariyanti selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Serang menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan penyuluhan tentang penyakit TBC dan melakukan screening atau pemeriksaan kesehatan untuk menemukan ada dan tidaknya dugaan kasus penyakit penyakit TBC di Pondok Pesantren Assa’adah, dan berkolaborasi dengan Puskesmas Cikeusal.
“Perlu diketahui, tujuan kegiatan ini adalah target eliminasi Tuberkulosis ditahun 2030. Hari ini Dinkes Kabupaten Serang bersama Puskesmas Cikeusal melakukan penemuan kasus secara aktif dan juga melakukan cek screening kesehatan kepada semua para guru, juga terhadap para murid,” ucap Hj. Istianah.
“Hari ini juga dari teman-teman Puskesmas Cikeusal melakukan Skrining cek kesehatan gratis (CKG) dan juga cek kesehatan jiwa. Apabila setelah dilakukan skrining ditemukan adanya penemuan Tuberkulosis, tentunya kita akan tindak lanjut dan akan di obati sampai sembuh, agar penyakit Tuberkulosis tersebut tidak menyebar dan menular,” tambahnya.
“Jangan takut untuk dilakukan screening Tuberkulosis, karena dengan dilakukannya screning Tuberkulosis akan mengetahui kondisi kesehatan kita. Kemudian kita bisa melakukan pencegahan dan pengobatan. Untuk yang terdiagnosa Tuberkulosis jangan berkecil hati, karena Tuberkulosis adalah satu penyakit yang sangat bisa disembuhkan dengan cara minum obat secara teratur sesuai anjuran dari dokter,” terangnya.
“Untuk teman-teman yang ada disekitarnya yang sakit Tuberkulosis tidak boleh mengisolasikan diri. Meskipun Tuberkulosis ini menular, tapi bisa disembuhkan dan dilakukan pencegahan. Jangan hindari orangnya, tapi hindari penyakitnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Cikeusal (Mimi Sukti) mengatakan, kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit Tuberkulosis atau TBC ini adalah suatu bentuk kepedulian Dinas Kesehatan Kabupaten Serang bersama Puskesmas Cikeusal terhadap masyarakat, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren.
“Alhamdulillah hari ini kami dari Puskesmas Cikeusal bersama tim, dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang melakukan cek kesehatan gratis, pencegahan penyakit tidak menular, serta cek kesehatan jiwa. Kegiatan ini juga bertujuan untuk men skrining para pengajar atau para guru, para pengelola ponpes, dan juga para santri di lingkungan Ponpes Assa’adah,” ungkap Mimi.
“Setelah dilakukan screening, kita akan menindaklanjuti dan akan mengobati sampai sembuh ketika ditemukan adanya penyakit Tuberkulosis di lingkungan Ponpes tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut akan berkelanjutan untuk menjaring seluruh lapisan masyarakat agar dilakukan cek kesehatan secara gratis.
“Apabila masyarakat mempunyai gejala penyakit TBC atau TB Paru, jangan takut untuk diperiksa, karena penyakit ini bisa disembuhkan. Jangan hindari orangnya tapi hindari penyakitnya,” terang Mimi.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Mujiburohman, selaku pimpinan Ponpes Assa’adah mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dan Puskesmas Cikeusal yang telah melakukan kegiatan cek kesehatan gratis, pencegahan penyakit menular, dan cek kesehatan jiwa terhadap warga Cikeusal khususnya di lingkungan Ponpes Assa’adah.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berkelanjutan kepada warga masyarakat lainya. Karena program ini sangat mendukung sekali bagi kami dan alhamdulillah program dinas kesehatan ini bisa masuk ke lingkungan pondok pesantren,” tutupnya.
Reporter: Acun s
Editor: Drajat
Leave a comment